Beranda Hukum & Kriminal Swadaya Renovasi Jalan yang Rusak, Warga Fatubanao Cekcok dengan Kadis PUPR Belu

Swadaya Renovasi Jalan yang Rusak, Warga Fatubanao Cekcok dengan Kadis PUPR Belu

1928
0

Belu, Flobamora-news.com – Niat baik para warga Fatubanao untuk merenovasi jalan berlubang di daerahnya harus berujung cekcok dengan Kadis PRPU Kabupaten Belu.

Mulanya, warga Fatubanao Warga Kelurahan Fatubanao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu secara serentak memperbaiki jalan yang rusak di daerahnya pada, Selasa (22/9/2020).

Ruas jalan yang dibangun sepanjang RT 001, RT 011, hingga RT 023 sejak pada tahun 2004 lalu itu saat ini dalam kondisi rusak berat. Warga Fatubanao sudah sering mengadukan kondisi jalan itu kepada Pemda Belu beberapa kali baik itu mengadu langsung ke pimpinan wilayah, ke dinas teknis hingga mengadu melalui media sosial. Namun, tak ada respon yang baik dari Pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

Karena kesal, warga pun berinisiatif membangun ruas jalan di lingkungan mereka dengan swadaya bersama.

Pantauan media ini, warga sejak pukul 06.30 Wita sudah bergotong royong memperbaiki ruas jalan di depan rumah mereka. Beberapa kontraktor yang tinggal di daerah tersebut pun ikut menyumbang kerikil dan ter untuk menambal jalan yang berlubang.

Para pemuda daerah setempat dengan semangat menggebu-gebu terus bekerja menyekop kerikil untuk menambal jalan berlubang. Sebagian lagi bertugas membakar ter untuk disiram pada kerikil penambal jalan berlubang.

Sedang ibu-ibu secara spontan bersama-sama mengumpul uang untuk persiapan makan siang warga.

Suasana tiba-tiba berubah saat kedatangan Kadis PUPR Kabupaten Belu bersama beberapa anggota Polisi sekitar pukul 10.30 Wita. Kadis PUPR, Vincent K. Laka datang dan meminta para warga untuk menghentikan pekerjaan yang sedang dilakukan para warga. Menurut Kadis, jalan tersebut harus dibangun sesuai dengan standarnya.

Kedatangan Kadis PUPR ini sontak memancing emosi warga yang sedang bekerja. Ada warga yang berteriak bahwa seharusnya jalan ini menjadi tugas dan kewajiban pemerintah. Apalagi, Wakil Bupati Belu, Ose Luan berasal dari daerah tersebut. Akan tetapi, jalan tersebut sampai saat ini tak kunjung diperbaiki.

Kadis Vincent coba menenangkan warga dan meminta mereka untuk berdiskusi baru melanjutkan pekerjaan. Akan tetapi, warga bersih keras untuk tetap melanjutkan pekerjaannya.

Pertikaian pun akhirnya berhasil diredam. Para warga tetap melanjutkan pekerjaannya, sedangkan beberapa perwakilan warga datang menemui Kadis PUPR untuk berdiskusi di salah satu rumah warga.

Dalam diskusi tersebut, kadis menjelaskan bahwa ruas jalan di daerah tersebut harus dibuat dengan standar 20 ton. Dinas PUPR sendiri sudah merencanakan pembangunan jalan tersebut di tahun 2020 ini.

Akan tetapi, karena kondisi Global saat ini, anggaran yang sudah disiapkan terpaksa harus dialihkan ke anggaran Covid-19. Karena itu, sebagai tugas pemerintah, dirinya harus datang dan memberitahukan kepada masyarakat terkait apa yang sebenarnya terjadi.

“Kita bukan tidak mau perhatikan masyarakat di Fatubanao. Tapi ini karena Covid-19, makanya apa yang sudah kami rencanakan di tahun 2020 ini banyak yang dialihkan. Tapi, untuk ruas jalan ini akan kita kerjakan pada Januari tahun 2021 nanti,” ungkapnya.

Dikatakan, dirinya tidak bisa melarang warga untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak di daerah tersebut. Hanya saja, sebagai Kadis, dirinya berkewajiban untuk datang dan memberitahukan kepada masyarakat agar nanti tidak disalahkan oleh atasan bahwa ada pembiaran.

Kerua RT 011, Lorensius Bere yang hadis dalam diskusi kecil itu menuturkan bahwa dirinya bersama para warga bukan tidak mau menghargai pemerintah. Sudah dua kali dirinya mendatangi Dinas PUPR untuk menemui Kadis. Hanya saja, Kadis selalu tidak berada di tempat. Lorens pun telah menyampaikan niat kedatangan mereka kepada sekretaris. Hanya saja, sampai saat ini tidak ada respon dari pihak Dinas PUPR.

Lorens meminta kepada Kadis agar rencana perbaikan jalan yang akan dilaksanakan pada Bulan Januari 2021 nanti tetap menjadi prioritas Pemda Belu.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar