Beranda Hukum & Kriminal Tagih Uang Bawang, Kelompk Tani Diabaikan, Staf Dinas Pertanian: Bapa Dorang...

Tagih Uang Bawang, Kelompk Tani Diabaikan, Staf Dinas Pertanian: Bapa Dorang Ke Kupang, Langsung ke Gubernur

1101
0

SOE, Flobamora-news.com – Kelompok tani Hetfen
mendatangi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) guna menyampaikan aspirasi terkait 3380 kg bawang merah. Pasalnya bawang tersebut diambil oleh Dinas Pertanian dari tanggal (25/3) di Besipae hingga saat ini belum dibayar. Rombongan tersebut berasal dari Desa Nule Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ditetima oleh Ketua Komisi II DPRD Iamnuel Olin pada, Selasa (27/4/2021)

Hadir dalam ombongan tersebut antara lain: ketua kelompok tani Hetfen Oskar Selan, bersama para anggota, Isak Selan, Aleks No’e, Yes Boimau, dan Markus Boimau.

Menurut Oskar Selan, bahwa, kami diarahkan oleh Dinas Pertanian, melalui PPL atas nama Lorens Lali, untuk menjual hasil bawang merah ke Dinas Pertanian dengan harga Rp.20.000/kg.

“Berdasarkan permintaan tersebut maka kami pun setujuh untuk menjual sehingga pada tanghal 25/3/2021 kami diminta untuk membawah hasil bawang merah ke besipae untuk ditimbang. Setelah ditimbang jumlahnya 3380Kg, lalu kami diminta untuk antar langsung ke Kupang. Karena belum di bayar, maka kamipun turut dan antar langsung hasil bawang merah kami ke kupang”, jelas Oskar.

“Setelah kami antar ke Kupang bawang kami juga tidak dibayar, dan janji kepala Dinas bahwa, nanti hari Senin (29/3) baru ambil uangnya di Dinas. Karena uangnya akan ditransfer langsung ke rekening dinas pertanian. Namun tanggal 29 Maret pun tidak ada informasi untuk pembayaran”, ujar Oskar.

Tanggal 15/4 kami datangi dinas pertanian, namun kami tidak sempat bertemu dengan kepala dinas karena lagi mengikuti rapat. Kami diarahkan oleh seorang staf dengan ucapan “supaya lebih cepat bapak dorang ke kupang, dan langsung ke gubernur”,. sehingga kami sempat ribut (adu mulut). Saat itu yang suruh bawah bawang bukan gubernur tapi petugas dari dinas, terus kenapa sekarang kami disuruh untuk langsung ke gubernur”, kata Oskar.

Foto: Ketua Komisi II DPRD TTS Imanuel Ollin

Sementara itu Ketua Komisi II, Imenuel Ollin kepada media ini bahwa, berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh kelompok tani hetfen, dan juga ada aspirasi dari kelompok tani bawang merah dari desa basmuti Kecamatan Kuanfatu, bahwa ada 9 ton bawang merah yang di ambil oleh Dinas pertanian yang belum di bayar sampai dengan sekarang. Oleh karena itu Dinas Pertanian tidak bisa cuci tangan, mereka harus tetap bertanggung jawab.

“Jika dalam waktu dekat mereka tidak membayar bawang merah yang sudah di ambil maka dari komisi II, akan mendampingi para petani ke Dinas Pertanian, dan kalau sampai mereka masih gantung maka saya akan suruh mereka untuk fasilitasi masyarakat yang bawangnya ditimbang serta didampingi ke Kupang.

“Karena Gubernur tidak tau juga dan kalau dari dinas langsung suruh langsung ke kupang, itu sangat keliru. Sebenarnya mereka yang harus bertanggung dengan cara berkoordinasi ke Kupang, bukan suruh masyarakat langsung ke kupang untuk mempertanyakan hak mereka”, ujar Imanuel.

“Masa dari dinas pertanian yang kumpul, lalu lepas tanggung jawab terus suruh masyarakat langsung ke gubernur. Jika mereka tidak bayar haknya masyarakat, maka kami dari komisi II akan mendorong masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib”, tegas Ollin.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Otnial Neonane S.T.P. M.Si, yang di hubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa, Dari dinas Provinsi NTT lagi sementara persiapkan untuk pembayaran”, lalu ditanya kira-kira kapan baru dibayar. Kata Otnial, “bisa konfirmasi juga dengan kadis pertanian provinsi” tulis Otnial.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli S.T.P. yang di konfirmasi melalui pesan whatsApp menjelaskan, bahwa kenapa sampai bawang merah milik petani TTS belum juga dibayar samapai dengan saat ini karena bawangnya masih tersisa 20 ton yang belum terjual.

“k
Kami berusaha secepatnya bisa membayar bawang hasil dari petani TTS”. Pungkas Lecky.



Reporter: YOR T


Komentar