Beranda Ekonomi Bisnis Tingkatkan Laba Tahun 2020, Bank NTT Lakukan Terobosan Baru

Tingkatkan Laba Tahun 2020, Bank NTT Lakukan Terobosan Baru

1275
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Perbankan tampaknya harus bekerja ekstra keras menjaga laba mereka tetap jumbo di tahun ini. Maklum, biaya dana membengkak akibat kenaikan suku bunga acuan alias BI rate.

Untuk menjaga Laba tetap jumbo maka Bank NTT perlu membuat terobosan-terobosan baru ditahun 2020, dengan menggarap sektor-sektor yang dapat meningkatkan Laba Bank.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi di alun-alun rumah jabatan gubernur, Selasa (31/12/2019).

Menurut Izhak Rihi, sektor-sektor yang kita garap dalam pencapaian Laba yang pertama ialah kita mendukung pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur, dengan adanya pinjaman daerah. Kalau pinjaman ini sudah terealisasi, pembiayaan infrastruktur dapat kita lakukan di tahun ini. Selain itu pembangunan infrastruktur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan murah yang sudah kita siapkan.

“Selain itu kita juga sudah menyiapkan untuk untuk industralisasi kopi di Ngada, Kemiri di Alor, kopi di Bajawa dan Kakao kita sudah menyiapkan infrastruktur mesin-mesinnya. Tahun 2020 kita akan masuk dalam skema-skema industri. Kita bersyukur karena pengusaha-pengusaha lokal juga sudah tertarik dan kita siapkan pembiayaannya,
sehingga masyarakat ekonomi NTT di mana Bank NTT akan berperan sebagai agregator lokomotif untuk melakukan perubahan itu diharapkan bisa dimulai terjadi, tercipta”, jelas Dirut Izhak.

Lebih lanjut Ia mengatakan, memang kita mempunyai mimpi bahwa Bank NTT bukan sekedar bank yang sehat, kuat dan terpercaya tetapi bagaimana Bank NTT berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemberantasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan mandiri, ini adalah strategi usaha kita. Karena itu Bank NTT harus menjadi Rumah Perbendaharaan artinya kita mengelola aset Pemerintah, dan aset masyarakat yang dipercayakan kepada Bank NTT”, jelas Izhak.

“Jadi Aset itu bukan sekedar uang yang ditabung atau deposito tetapi aset, seperti tanah. Aset inikan banyak. Bagaimana cara kita kelola, nah Bank NTT berperan bagaimana merencanakan planning terhadap aset-aset itu dipergunakan, itu namanya Financial Planner”, ujarnya.

“Jadi Bank NTT bersama masyarakat merencanakan skema-skema penggunaan aset untuk tujuan kesejahteraan masyarakat. Jadi bank NTT harus menjadi rumah perbedaharaan dan kesejahteraan. Kalau DPRD itu rumah aspirasi rakyat, Bank NTT rumah perbendahraannya”, pungkasnya.

 


Reporter: Robert


Komentar