Tak Terima Diberitakan Karena Korupsi Kades Amandraya Ancam Bakar Rumah Wartawan

  • Bagikan

Foto: Kepala Desa Amandraya

NIAS, Flobamora-news.com – Kepala Desa Fakhoyosi Ndruru diduga ancam bakar rumah wartawan Media Online Borgolnews.com. Pasalnya Kepala Desa tersebut merasa tersinggung atas pemberitaan terkait Pembukaan Badan Jalan Desa Amandraya Menuju Pantai Zoma, diduga dikerjakan asal-asalan. Beberapa warga Desa Amandraya Meminta Bupati Nisel, secepatnya menindak tegas aparat Desa Amandraya yang diduga korupsi Dana Desa.

Swipe up untuk membaca artikel

Terkait pemberitaan tersebut Fakhoyosi melalui Hanphone memaki-maki dan mengancam keluarga jurnalistik Borgolnews,com.

Menurut Jurnalis Borgolnews.com Hendra Putra Laia, dirinya dihubungi melalui HP. Dalam percakapan, Fakhoyosi bertanya tentang pemberitaan tersebut dan ia tidak terima hingga menyampaikan kata-kata kasar, mengancam keluarga saya yang ada di desa Amandraya, kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara dan Memaki-maki, dengan bahasa Nias-Red.

Kronologis Masalah:

BORGOLNEWS.COM media Online asal Nias Selatan, Sumatera Utara, Beberapa waktu yang lalu telah mempublikasikan berita terkait Dengan Tiga judul berita antara lain:

Baca Juga :   Kisah Roro Jonggrang Dalam Kasus Kriminalisasi Seorang Jurnalis di Perbatasan RI-RDTL

1. Pembukaan Badan Jalan Desa Amandraya Menuju Pantai Zoma, Diduga Dikerjakan Asal-Asalan,

2. Badan Jalan Desa Amandraya Menuju Pantai Zoma, Dibuat Untuk Dilewati Kendaraan Atau Dijadikan Kebun Petani.

3. Beberapa Warga Desa Amandraya Meminta Bupati Nisel, Secepatnya Menindak Tegas Aparat Desa Amandraya Yang Diduga Korupsikan Dana Desa.

Terkait judul berita tersebut maka Pada tanggal 13/01/2020, Kepala Desa Amandraya Fakhoyosi Ndruru , menelfon lewat telfon selulernya/Hp ke salah satu Anggota Media Online Borgolnews.com, Hendra Putra Laia, dia bertanya tentang pemberitaan tersebut dan dirinya tidak terima hingga menyampaikan kata-kata kasar, mengancam keluarga Hendra Putra Laia Yang Ada Didesa Amandraya, kecamatan Amandraya dan Memaki maki-maki, dengan memakai bahasa nias-Red, lewat telfon seluler/Hp.

“Fakhoyosi, mengajak bertemu katanya, disini ada keluargamu, apa media kalian itu, kamu itu kurang ajar, jangan melakukan kaya gitu, pikirkan keluargamu didesa ini, itu yang saya bilang sama kamu, ingat ya ingat itu, ingat yah keluargamu ada di Nias ini, kamu sama bapakmu ada diperantauan jumpa kita nanti, tapi ingat yah saya bilang mulut kamu tinggi kalau kamu ada disini kubakar mulutmu, atau kamu mau kubuktikan sama keluargamu sekarang”, jelas
Hendra.

  • Bagikan