Beranda Kesehatan Tangani Pasien Covid-19, 14 Nakes di Kabupaten TTS Tidak Diperhatikan

Tangani Pasien Covid-19, 14 Nakes di Kabupaten TTS Tidak Diperhatikan

520
0

SoE- flobamora.news.com,  14 Orang Tenaga Kesehatan (nakes) pejuang covid-19 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi NTT yang bertugas di lokasi karantina terpadu menginap di tempat yang dinilai tidak layak dan sangat beresiko. Hal itu terungkap saat kunjungan monitoring dan evaluasi Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Selasa (23/3/2021).

Banyak hal yang dirasakan oleh para nakes, yang menurut mereka diluar standar pelayanan.

Saat disambangi, nakes yang terdiri dari 8 orang perempuan dan 6 orang laki-laki itu menyampaikan kondisi tempat mereka nginap sebenarnya tidak layak.

“Kalau berdasarkan pengamatan dan SOP itu tidak layak untuk gabung laki-laki dan perempuan dan satu orang harus satu kamar,” ujar Kristian Lette, nakes dari Rumah Sakit Pratama Boking.

Untuk tidur, mereka harus menyekat ruang itu. Pasalnya mereka digabung satu ruangan dengan nakes perempuan.

Kendati kondisi ruang tidak mendukung, mereka tetap bertahan guna merawat warga yang sedang menjalani karantina.

“Disini kan ruang kelas, jadi kita sekat bagi dua untuk tidur,” jelasnya.

Ia mengisahkan, awal bertugas, mereka sempat menginap di tenda yang dibangun oleh BPBD selama satu minggu karena saat itu nakes yang bertugas sebelumnya belum keluar dari tempat penginapan.

Selain itu, tempat yang digunakan untuk ganti APD juga becek saat hujan sebab tempat itu berada di luar ruangan.

Tidak hanya itu, kamar mandi bagi pasien yang sedang karantina juga menjadi salah satu hal yang mengganjal. Pasalnya, kamar mandi itu berada diluar ruangan, dan berbahaya sekali dimalam hari apabila para nakes perempuan yang bertugas.

“Kita laki-laki disini dua orang saja. Kalau malam hari dan yang bertugas teman-teman nona, itu sangat berbahaya, karena kamar mandinya ada diluar ruang. Aturannya, kamar mandi itu harus dalam ruangan,” kata Kristian.

Salah satu kendala yang sangat dirasakan oleh para nakes adalah kekurangan air bersih. Air bersih sangat dibutuhkan guna mencuci tangan dan juga untuk mandi.

“Kita disini banyak orang, pemakaian air pun banyak. Habis jaga itu kita harus langsung cuci pakaian dan mandi. Kalau air tidak ada, kami kesulitan,” jelas Rian, nakes dari Puskesmas Polen.

Menurutnya, selama ini air yang digunakan dari PDAM SoE, namun tidak lancar. Untuk mengatasi itu, pihak BPBD biasanya mengisi air tangki.

“Biasanya dari BPBD isi air tangki, tapi jarang juga,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marten Tualaka mengatakan, seharusnya dari awal para nakes yang bertugas menangani pasien covid-19 diberikan perlakuan khusus.

“Harusnya dari awal mereka ini tinggal di hotel, sehingga setalah bertugas, mereka tidak repot lagi mengurus diri seperti mencuci pakaian,” ujar Marten.

Selain itu, makanan dan minuman mereka pun harus tepat waktu. Sebab tugas yang mereka lakukan ini sangat beresiko.

“Yang harus diutamakan itu keamanan dan kenyamanan mereka dalam selama bertugas,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Marten mengapresiasi kerja keras dari para nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19.

Dalam kunjungan itu, Komisi IV DPRD TTS pun menanyakan terkait insentif yang harus diterima oleh para nakes, sebab mereka melakukan tugas ditempat yang beresiko.

Jawaban yang diperoleh, insentif baru dibayarkan sampai bulan Agustus 2020. Terhitung bulan September 2020 hingga Maret 2021, mereka belum mendapatkan insentif.

“Hal-hal ini tentunya akan kami bawa dalam rapat bersama Ketua tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di TTS, sehingga kesejahteraan para nakes ini benar-benar diperhatikan,” pungkas Marten.

Ketua Komisi IV didampingi Sekretaris Komisi IV, Habel Hoti dan sejumlah anggota komisi IV yang hadir dalam kunjungan itu meninjau ruangan yang digunakan oleh para Tenaga Kesehatan untuk beristirahat dan juga meninjau fasilitas pendukung lainnya seperti kamar mandi dan juga air bersih.

Usai berbincang dengan para nakes, Komisi IV berkunjung ke RSUD SoE dan juga pos penjagaan pintu masuk di Kecamatan Batuputih.


Reporter: YOR T


Komentar