Beranda Ekonomi Bisnis Tantangan dan Peluang Millenial di Tahun 2021

Tantangan dan Peluang Millenial di Tahun 2021

211
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Untuk menjawab tantangan dan peluang di tahun 2021 Rumah Milenial Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur mengadakan diskusi online dengan tema:”Tantangan dan Peluang di Tahun 2021″, pada Sabtu (2/1/2021).

Pemateri dalam diskusi tersebut adalah Sahat M. P Sinurat, Pendiri Rumah Millenial Indonesia, Aulora Modok, Aktifis dan pengusaha muda, Stefanie Loemau, Pengusaha Millenial dan Ningsi Bunga, Aktifis Lintas Agama yang dihadiri oleh 50 orang peserta.

Direktur Rumah Millenial Indonesia Wilayah NTT, Christo Kolimo dalam sambutannya mengatakan bahwa kita berada dalam dunia digital dan semua orang menikmatinya. Ditambah lagi dengan pandemi membuat semua orang harus beradaptasi.

“Masa muda itu untuk senang-senang, saya pikir kurang pas yah karena akan rugi sekali jika kita tidak memanfaatkan masa muda untuk berkiprah melakukan suatu hal yang berguna. Karena sekarang segala jenis kemudahan itu banyak, main medsos, konten kreator, juga investasi. Investasi bukan hanya uang tapi investasi buku, kesehatan, relasi dan aset. Lewat diskusi ini kita berharap bisa mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang tantangan dan peluang milenial di tahun 2021”, kata Christo.

Sahat. M.P Sinurat dalam membawa materi menekankan Empat hal pokok penting yaitu:

1. sebagai anak muda Milenial apa yang menjadi Tujuan di Tahun 2021

2. Kompetensi yang harus di siapkan para pemuda milenial

3. Pemuda millenial harus mampu membangun Relasi atau jaringan untuk mencapai tujuan yang sudah dibangun

4. Memperkuat karakter dan yakin dan percaya diri untuk menjadi apa yang menjadi tujuan. Tantangan untuk milenial adalah akses informasi.

“NTT masuk daerah termiskin tertinggal dengan 13 kabupaten oleh karena itu milenial harus mengambil peran dalam pembangunan daerah”, kata Sahat

Hal yang sama pula disampaikan oleh pemateri kedua Aulora Modok. Anak muda millenial harus mencari kawan yang semisi sevisi dan harus bisa mampu menjadi pelopor perubahan. di 0NTT banyak sekali SDM dan SDA tetapi belum ada komunitas untuk menampung dan belum ada kerja sama yang baik. Saya sendiri bergerak didunia pertanian sebagai petani karena masih ada 1,5juta lahan tidur di NTT belum tersentuh.

Sementara itu Pemateri Stefanie Loemau mengatakan
Pemuda milenial harus mampu menangkap peluang yang ada. Membangun usaha dengan memperdayakan warga sekitar, untuk itu yang menjadi kuncinya adalah jangan pernah ragu untuk memulai sesuatu usaha yang mana memulai dari diri sendiri.

“Saya sendiri mulai menanam Sereh Merah di lahan seluas 10 hektar di Oelamasi”, kata Stefanie.

Ningsi Bunga pemateri ke Empat mengatakan bahwa
Pemuda milenial harus mampu membangun jejaring lintas Agama, saling bekerjasama baik itu di media sosial dan lain sebagainya. Yang terpenting adalah menjaga nilai-nilai agama di lintas daerah. Di Kupang ada Komunitas Peace Maker yang bergerak mengajak anak muda menularkan virus toleransi dari NTT untuk Indonesia.

Hasil diskusi ini diharapkan mampu menyumbang ide pengetahuan dan sharing pengalaman untuk anak milenial lebih maju dan berkembang di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Rumah Milenial Indonesia wilayah NTT juga mengajak anak-anak muda bergabung untuk berkarya bagi NTT.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar