Beranda Hukum & Kriminal Telan 1,8 Miliar, Program Andalan Bupati TTS, Radio Amanatun Belum Tuntas, CV...

Telan 1,8 Miliar, Program Andalan Bupati TTS, Radio Amanatun Belum Tuntas, CV Samaria: Tidak Ada Uang Lagi

958
0

Foto: Pondasi Tower Radio Amanatun

SOE, Flobamora-news.com – Pembangunan pemancar Radio Amanatun yang menjadi salah satu program prioritas Bupati, Egusem Piether Tahun. Pekerjaan tersebut dikerjakan tahun 2020 namun hingga saat ini belum rampung. Pasalnya program yang menelan anggaran mencapai 1,8 Miliar tersebut hingga saat ini baru 70 persen dikerjakan. Hal ini terungkap saat Pansus LKPJ, mendatangi lokasi pembangunan di Desa Kualeu, Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (22/4/2021).

Rombongan dipimpin langsung wakil ketua DPRD, Yusuf Soru mendapati bangunan radio Amanatun belum selesai dikerjakan. Bahkan, tower radio hingga hari ini belum berdiri. Tak hanya itu, peralatan penyiaran pun hingga saat ini belum terisi.

Yusuf Soru dan Ketua Pansus LKPJ, Marthen Tualaka sangat menyayangkan program prioritas Bupati Tahun tersebut tak mampu diselesaikan tepat waktu. Target Bupati Tahun, dimana radio tersebut akan mulai mengudara pada Januari 2021 pun tidak terwujud. Bahkan hingga April 2021, bangunan radio Amanatun tak tuntas dikerjakan.

“Kita sangat sayangkan pembangunan radio Amanatun belum juga tuntas padahal sudah masuk akhir bulan April 2021,” ungkap kedua.

Keduanya juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan radio Amanatun. Pasalnya menurut informasi yang didapat pekerjaan tersebut belum dilanjutkan karena rekanan kehabisan dana.
Oleh sebab itu, pansus akan menggelar rapat bersama PPK dan bagian umum Setda TTS.

“Mau lanjut bagaiman kalau rekanan sudah bilang tidak ada uang. Kita akan segera gelar rapat guna menindaklanjuti temuan ini,” jelasnya.

Ari Liu dari CV Samaria, selaku rekanan membenarkan jika pekerjaan tersebut belum dilanjutkan karena dirinya kehabisan Anggaran. Hingga saat ini dirinya baru menerima pembayaran uang muka senilai 30 persen padahal realisasi fisik sudah mencapai 70 persen. Sejak November tahun 2020 dirinya sudah mencoba mengajukan pencairan tambahan sesuai progress namun tak kunjung direalisasikan dengan alasan adanya kekurangan dokumen.

“Jujur saya, uang sudah tidak ada lagi untuk melanjutkan pekerjaan ini. Saya sudah ajukan pencairan anggaran sesuai progress tapi belum dilayani. Alasannya ada dokumen yang kurang. Saya lengkapi lagi, ada lagi yang kurang. Lengkapi lagi ada lagi yang kurang. Hingga hari ini belum cair juga. Saya mau kerja lanjut bagaimana,” keluhnya.

Jhon Payon, Kabag Umum yang hadir saat itu mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara persis terkait program tersebut. Dirinya mengatakan, sudah menghubungi PPK, agar bisa ikut bersama Pansus tapi yang bersangkutan sedang ada kegiatan lain.

“Untuk pekerjaan fisik (pembangunan gedung radio dan tower) sendiri dan pengadaan barang untuk penyiaran sendiri saya tidak tahu persis prosesnya sampai mana dan kendalanya di apa,” pungkasnya. (Yot.T)



Reporter: YOR T


Komentar