Beranda Politik Terima SK Partai Demokrat dan PAN,  Bakal Calon Paket FRESH Nyatakan Diri...

Terima SK Partai Demokrat dan PAN,  Bakal Calon Paket FRESH Nyatakan Diri Siap Bertarung

1504
0

KEFA MENANU, Flobamora-news.com – Diantara Sembilan Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) salah satunya Kabupaten Timor Tengah Utara. Perhelatan Pilkada di Kabupaten tersebut semakin memanas. Pasalnya setiap Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah gencar melakukan pendekatan dengan Pimpinan Partai Politik (Parpol) baik dari tingkatan daerah sampai pada tingkatan pusat.

Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara Periode 2020-2025, H. Frengky Saunoah, SE dan Drs. Amandus Nahas (Paket FRESH) yang dikabarkan beberapa waktu lalu telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Partai Demokrat dapat meyakinkan masyarakat TTU akan keseriusan Paket FRESH menuju Pilkada TTU 2020 mendatang.

Kali ini Paket FRESH kembali menerima amanah dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional melalui Surat Keputusan DPP PAN yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jendral, Eddy Soeparno sebagai bentuk dukungan terharap Paket FRESH menuju Pilkada TTU.

Surat Keputusan DPP PAN terhadap Paket FRESH dapat diserahkan langsung oleh DPW PAN NTT mewakili DPP PAN, Rabu (6/8/2020) di Jakarta.

Drs. Amandus Nahas, Bakal Calon Wakil Bupati TTU ketika dimintai keterangannya mengatakan kemarin kita sudah menerima SK dari PAN yang di serahkan oleh Ketua dan Sekretaris DPW PAN NTT.

“Sebelumnya kita sudah menerima SK dari Demokrat dan sekarang kita sudah dapat dari PAN, dan juga sementara kita menunggu dari Perindo, PKS dan Hanura. Muda-mudahan hari ini atau besok kita sudah bisa terima dari 3 Partai itu.”tandas Wakil Ketua DPRD TTU itu.

Sementara itu untuk PDI-Perjuangan akan diserahkan hari minggu siang nanti, kita menunggu saja sedangkan untuk Partai Golkar masih survey jadi kemungkinan nanti pertengahan agustus atau mungkin di atas tanggal 20-an.

“Mereka ini masih survey, nanti hasil surveynya itu keluar mereka akan rapat baik dari pimpinan Provinsi maupun pimpinan pusat barulah keluar SK-nya.”tamba, Aktivis Partai Golkar. Sedangkan terkait dengan isu yang memanas dalam kubu Golkar TTU itu, Amandus menjelaskan bahwa itu adalah dinamika Partai yang sebenarnya hal itu tidak terjadi.

“Seharusnya MUSDA itu kalau dipimpin secara baik itu saya terpilih secara aklamasi, nah dari 30 pemilih, saya kontongi 21 suara sisa 9 kubu saja yang lawan saya tapi hanya karena tidak ada ketegasan dalam MUSDA itu sehingga terus terang netralisasi itu tidak ada.”cerita Amandus.

Lanjutnya, untuk kita masuk dalam Paket itu butuh 6 kursi dan selama ini kita sudah membangun komunikasi lintas Partai, sehingga kita memiliki keyakinan bahwa semakin banyak partai pendukung atau pengusung ya ini mendekatkan kita pada kemenangan.

“Jadi kalau tanpa Golkar ini FRESH berpotensi untuk 11 kursi kalau ada Golkar berarti 15 kursi. Jadi saya sebagai Ketua Golkar yang sudah demisioner, saya membuat pernyataan bahwa diakomodir dari Golkar itu hak saya namun dalam keadaan tertentu tidak diakomodir dari Golkarpun saya akan tetap berjalan di FRESH, namun konsekuensinya akan diterima oleh Golkar.”tambanya.

Sesuai amanah dari Musyawarah Nasional (Munas) yang terakhir itu semua Ketua di tingkat Provinsi dan Kabupaten itu berhak dan menjadi prioritas untuk diusulkan atau dimajukan menjadi Calon Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota atau Gubernur dan Wakil Gubernur, nah kalau seandainya SK Golkar itu tidak ke saya ini kan nanti jadi pertanyaan publik. Sehingga dengan Kinerja yang saya buat selama I periode mengomandani Golkar TTU dengan prestasi yang lumayan bagus mulai dari Empat kursi (Kursi DPRD TTU-red) yang saya pertahankan dari periode sebelumnya, satu DPRD Provinsi dan satu anggota DPR Pusat dan ini merupakan prestasi yang tidak membuat mata banyak orang tertutup atas keberhasilan saya di TTU. Sehingga kalau saya tidak diakomodir kan akan menjadi pertanyaan banyak orang dan saya yakin Golkar TTU pasti di bully”, tegas anggota Dewan Dapil Satu itu.

“Untuk apa kita menjadi Ketua Partai atau Pengurus Partai jika pada titik tertentu kita tidak digunakan atau dimanfaatkan tapi orang yang 1 atau 2 bulan merapat ko itu yang di pakai, sehingga saya tetap optimis bersama dengan Golkar akan lebih oke tapi tanpa Golkar saya akan tetap berjalan dengan FRESH. Saya optimis akan tetap bersama dengan FRESH, karena ini ribuan orang sudah bekerja untuk kita. Saya tidak mau jadi penghianat.”imbuh Demisioner Ketua DPD II Partai Golkar TTU.

Sehingga dengan motivasi awal FRESH untuk merubah TTU kedepan, dengan merubah kehidupan Politik dan menunjukan kepada masyarakat bahwa kehidupan Politik itu harus dibuka dan berikan ruang atau kebebasan untuk masyarakat. Politik itu tanpa memaksa atau menakut-nakuti. Dan ini banyak partai tentu resikonya itu akan memberi ruang kepada partai untuk berkembang.

“Amandus pun mengharapkan kepada kader partai pendukung untuk bekerja Karena bagaimanapun kita sudah tergabung dalam sebuah organisasi (Partai-red) tentu ada tujuannya, sekian lama kita berada dalam organisasi ini lalu Kemudian kita sudah berdedikasi, mengorbankan waktu,biaya dan tenaga pagi siang dan malam lalu kita tidak dipakai nah ini akan melemahkan semangat orang untuk berorganisasi”, tutupnya.


Reporter: Jhovan Faot


Komentar