Beranda Komunitas THS-THM Distrik Keuskupan Atambua Buat Inovasi Rekayasa Pendadaran di Tengah COVID-19

THS-THM Distrik Keuskupan Atambua Buat Inovasi Rekayasa Pendadaran di Tengah COVID-19

309
0

Belu, Flobamora-news.com – Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) Distrik Keuskupan membuat sebuah inovasi rekayasa Pendadaran di tengah pandemi COVID-19.

Rekayasa pendadaran ini mungkin akan menjawab dilema dari para pengurus THS-THM yang ada di Seluruh Indonesia. Pasalnya, sampai saat ini, belum ada sebuah format baku yang diusulkan baik dari para pengurus tingkat nasional maupun distrik untuk melakukan sebuah pendadaran di masa pandemi ini.

Menjawab dilema tersebut, THS-THM distrik Keuskupan Atambua pun membuat sebuah inovasi dengan merekayasa metode pendadaran yang dikolaborasikan dengan protokol kesehatan COVID-19.

Pendadaran adalah sebuah kegiatan yang diadakan oleh Pengurus Distrik untuk menerima atau melantik seorang calon anggota menjadi anggota THS-THM yang baru. Pada kegiatan Pendadaran ini, seorang calon anggota digembleng iman, mental, dan fisiknya.

“Inti sari dari Pendadaran adalah mewujudkan tatalaksana empat pilar THS-THM yaitu, Pendalaman Iman, Keorganisasian, pencak silat, dan rekreasi. Empat pilar itu dipadukan dalam kegiatan Pendadaran secara bervariasi,” jelas Koordinator Distrik Keuskupan Atambua, Dominikus Mau Bele.

Dijelaskan, melalui pengolahan dan pengembangan landasan spiritual yakni pendalaman iman, penggemblengan mental setiap calon menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Sementara melalui pencak silat dan rekreasi berguna dalam memperkokoh ketangkasan seni dan budaya dalam hidup berbangsa dan bergereja.

Prinsip ini sesuai dengan semboyan organisasi yang berlandaskan pada “kokoh dan kuat dalam prinsip, luwes lembut cara mencapainya”.

Metode pendadaran sebelumnya yang dilakukan selama tiga hari dipadatkan menjadi setengah hari dengan langsung melakukan ujian tertulis dan juga ujian fisik.

Sedangkan untuk persiapan pendadaran sudah dilakukan selama dua bulan di masing-masing ranting. Usai melakukan persiapan pendadaran, masing-masing ranting akan mengusulkan jadwal pendadaran kepada Pengurus Distrik untuk menentukan jadwal pasti pendadaran di ranting tersebut.

Seluruh materi pendadaran ini dirangkum dalam setengah hari dengan menyesuaikan dengan protokol COVID-19. Untuk mematuhi protokol COVID-19, kegiatan pendadaran yang biasanya dilakukan secara serentak di satu tempat yang sama, kali ini dilakukan di masing-masing ranting.

Para anggota yang mengikuti kegiatan pendadaran pun dilarang untuk saling kontak fisik dan wajib menggunakan masker serta tetap menjaga kebersihan.

Rekayasa metode pendadaran ini pun telah melalui pembahasan bersama Pastor pembina dan pihak kepolisian. Hasilnya, uji coba rekayasa metode pendadaran ini berhasil dilaksanakan dengan baik Bakal Ranting Kuneru, Wilayah Dekenat Belu Utara pada Sabtu (24/10/2020).

Dalam sambutannya, Koordinator Disteik Keuskupan Atambua, Dominikus menuyurkan bahwa sebuah sejarah baru berhasil diukir oleh Distrik Keuskupan Atambua dengan membuat inovasi rekayasa Metode Pendadaran dan Protokol COVID-19. Hal ini pun menjawab dilema yang dialami Para anggota dan Pengurus THS-THM yang ada di seluruh Indonesia.

“Metode rekayasa pendadaran ini ini menjadi hal yang sangat menarik dan menjadi usulan ke Nasional. Karena kita sedang melakukan rekayasa metode pendadaran dengan tetap menaati semua protokol COVID-19. Ini akan menjadi topik yang bagus bagi pengurus nasional. THS-THM tidak akan menyerah di tengah ancaman pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Koordinator Distrik, Koordinator Wilayah Belu Utara, Brigpol Elias Martini Dias menjelaskan bahwa untuk tetap memperhatikan situasi dan kondisi saat ini, dimana kita semua berada dalam keadaan pandemi COVID-19, kita semua tidak diperkenankan atau dilarang untuk berkumpul dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama.

Karena itu, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, maka untuk kegiatan pendadaran anggota THS-THM Distrik Keuskupan Atambua Tahun 2020, para pengurus mnyepakati akhirnya menyepakati agar kegiatan pendadaran diadakan di ranting masing-masing.

“Ranting yang jumlah anggota lebih dari 50 orang kegiatan diadakan dua kali. Sedangkan, ranting yang jumlah peserta kurang dari 10 orang boleh bergabung dengan ranting terdekat sesuai kesepakatan di ranting masing-masing,” jelasnya.

Untuk diketahui, ada 16 Ranting dan 3 Unit Latihan yang tersebar di Wilayah Belu Utara, Distrik Keuskupan Atambua. THS-THM Wilayah Belu Utara Sendiri seharusnya mendadar 1 lebih anggotanya yang telah melewati masa ret-ret pada tahun 2020 ini secara serentak. Akan tetapi, akibat Pandemi COVID-19, maka pendadaran 1000 lebih anggota baru ini akan dilaksanakan secara periodik selama bulan oktober sampai Desember tahun 2020 di masing-masing ranting. Sedangkan untuk pendadaran bagi tiga wilayah lain yaitu Wilayah Mena, Kefa, dan Malaka akan dilangsungkan pada tahun 2021 nanti.

Elus Martini Dias meminta kepada seluruh anggota dan pengurus THS-THM yang berada di Wilayah Belu Utara agar terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan penanganan COVID-19, baik di gereja maupun berbagai kegiatan di Masyarakat. Dirinya juga berharap keoada para pengurus ranting untuk tetap menjalin komunikasi dengan tim gugus tugas penanganan COVID-19, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

“Kegiatan pendadaran akan dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2020 secara bergilir di setiap ranting sesuai dengan program Wilayah Belu Utara, Distrik Atambua. Buah dari pendadaran itu sendiri akan menghasilkan putra dan putri menjadi kader Katolik sejati yang mencintai bangsa dan gereja,” ucap anggita Reskrim Polres Belu itu.

Elias berpesan keoada anggita THS-THM yang telah mengikuti pendadaran untik bisa menjadi garam dan terang bagi kekyarga dan sesama usai mengikuti pendadaran. Dirinya juga mengingatkan para anggota baru agar menghindari segala bentuk tindakan kriminal agar seluruh anggota THS-THM bisa menjadi contoh yang baik di dalam keluarga dan juga di tengah masyarakat.

Pesan saya agar setelah selesai dari pendadaran ini anggota THS-THM bisa menjadi Garam dan terang bagi keluarga dan masyarakat di mana mereka berada serta menjadi orang yang patut dicontohi di lingkungan masyarakat, bukan menjadi seorang yang terlibat Kriminal dan membuat persoalan yang bertentangan dengan hukum dalam hal pidana,” pesannya.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh anggota THS-THM di Wilayah Belu Utara agar ikut aktif dalam mimpi ngkampanyekan politik damai dalam situasi politik di Kabupaten Belu saat ini.

“Sebagai orang-orang muda Kabpaten Belu, saya juga meminta kepada seluruh anggota THS-THM di Wilayah Belu Utara agar berperan aktif dalam mengkampanyekan Politik Damai untuk membawa sebuah perubahan politik ke arah yang lebih baik lagi di Kabupaten Belu ini. Tetap menjaga nama baik organisasi demi kemajuan Gereja dan Bangsa yang kita cintai,“ pintanya.

 


Reporter: Ricky Anyan


Komentar