Beranda Kesehatan Tidak Ada APD Covid-19, Tenaga Medis di RSUD Atambua Mogok Kerja

Tidak Ada APD Covid-19, Tenaga Medis di RSUD Atambua Mogok Kerja

5910
0

Belu, Flobamora-news.com – Tidak adanya APD (Alat Pelindung Diri) yang diberikan pihak manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua kepada para tenaga medis membuat mereka melakukan mogok kerja pada Selasa (14/4/2020).

Mogok kerja ini dilakukan lantaran ada salah seorang pasien yang tergolong ODP melakukan rawat inap di RSUD Atambua dengan gejala Covid-19.

Diketahui, Pasien tersebut baru dua minggu lalu datang dari Papua. Sejak malam kemarin (13/4/2020) datang ke RSUD Atambua dengan gejala sakit Covid-19. Pasien tersebut pun di rawat inap di salah satu ruangan yang ada di RSUD Atambua.

Memang, Gubernur NTT, Victor Laiskodat telah menetapkan RSUD Atambua sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belu pun tak main-main dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 11,92 M kepada pihak RSUD Atambua sebagai bentuk dukungan dalam percepatan pencegahan Covid-19.

Akan tetapi, sampai dengan saat ini, para tenaga medis yang bekerja di RSUD Atambua tidak mendapatkan APD. Hal ini membuat para tahanan medis pun ketakutan dalam menangani pasien dengan gejala Covid-19.

Apalagi saat mereka tahu ada salah seorang pasien yang rawat inap di RSUD Atambua mengalami gejala Covid-19. Karena itu, mereka pun melakukan mogok kerja dengan berkumpul di Aula Lain tak III RSUD Atambua pagi tadi hingga saat ini.

Sebelumnya, Direktur RSUD Atambua dr.Batsheba Elena Corputty kepada awak media pada Senin (30/3/2020) menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dana penanganan Covid-19 dari Pemda Belu sebesar Rp Rp 11.294.850.356.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dana tersebut untuk pembayaran honor dokter, perawat, dan petugas kesehatan khusus penanganan pasien Covid-19.

Pihaknya melakukan pengadaan barang dan jasa medis dalam hal ini logistik obat, rotgen, alat medis habis pakai, pengadaan alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan lainnya untuk penanganan covid-19.

Pihaknya juga mengganggarkan biaya makan minum bagi petugas medis selama menangani pasien Covid-19, biaya BBM untuk rujukan sekaligus biaya perjalanan untuk rujukan pasien.Anggaran juga digunakan untuk pengadaan suku cadang alkes dalam hal ini belanja modak termasuk meubel laboratorium beserta perlengkapan alkes sekaligus pengadaan tempat tidur, bedside monitoring dan inkubasi.

Pihaknya juga melakukan pengadaan komputer dan CCTV pada ruangan isolasi, sekaligus kebutuhan alat rumah tangga berupa tirai plastik, tempat sampah, ember dan kantong jenazah.
Selain itu pengadaan pakaian khusus bagi pasien dan pakaian kerja khusus bagi petugas sesuai standar untuk penanganan covid-19, serta dua unit ambulans khusus untuk pelayanan rujukan pasien covid-19.

Sampai berita ini diturunkan, dr. Elena belum membaca WhatsApp yang dikirim media ini.

Info yang berhasil di himpun media ini, saat ini para tenaga medis yang melakukan mogok kerja sedang mengadakan rapat dengan Direktur RSUD Atambua. Para tenaga medis ingin menanyakan sudah sejauh mana rencana pengadaan APD bagi para tenaga medis.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar