Beranda Hukum & Kriminal Tiga Pelaku Pembunuhan di Rote Ndao Didakwa Hukuman mati

Tiga Pelaku Pembunuhan di Rote Ndao Didakwa Hukuman mati

438
0

Foto : Kuasa hukum Amos Lafu, SH, MH

ROTE NDAO- Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 20/1/2019 lalu itu merenggut nyawa Marince Ndun. Almarhumah meninggal akibat ditembak. Pasalnya peristiwa ini diduga melibatkan mantan Kepala Desa Oebela, Marthen Luter Adu yang adalah suami korban.

Sidang perdana kasus penembakan yang terjadi di Desa Oebela Kecamatan Rote Barat Laut, digelar Pengadilan Negeri Rote Ndao, NTT, Kamis (30/1/2020).

Peristiwa yang terjadi pada 20/1/2019 lalu itu merenggut nyawa Marince Ndun, istri mantan Kepala Desa Oebela.

Sidang yang digelar pukul 13.00 WITA beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rote Ndao dengan menghadirkan tiga terdakwa yang didampingi penasihat hukum masing -masing. Terdakwa Belandina Henuk alias Dina didampingi kuasa hukum Amos Lafu, SH, MH, terdakwa Marthen Luter Adu alias Luter dan Efrain Lau alias Efa didampingi kuasa hukum Yesaya Dae Panie, SH.

Dakwaan JPU dibacakan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Anjar Purbo Sasongko, SH, MH.

Dalam dakwaan JPU, ketiga terdakwa dijerat pasal 340 KUHP junto pasal 55 KUHP. Atas dakwaan itu, terdakwa Belandina Henuk melalui kuasa hukumnya Amos Lafu, SH, MH menyatakan mengatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Sementara terdakwa Marthen Luter Adu dan Efrain Lau melalui kuasa hukumnya Yesaya Dae Panie, SH menerima Eksepsi atas dakwaan itu.

Amos mengungkapkan pihaknya mengajukan keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Ia menilai dakwaan JPU tidak cermat dan belum lengkap.

“Tidak ada keberatan pada subtansi masalah tetapi ada keberatan pada kebenaran Formil,” ungkap Amos.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Beaty D.E Simatauw, SH, MH dan dua hakim anggota, Rosihan Lutfi, SH dan Abdy Ramansyah, SH. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis, (6/2/2020) . (Julio Faria)


Reporter: Ricky Anyan


Komentar