Beranda Hukum & Kriminal Tim Kuasa Hukum Akulina Dahu Ajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Atambua

Tim Kuasa Hukum Akulina Dahu Ajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Atambua

707
0

Belu, Flobamoranews.com – Kuasa Hukum Akulina Dahu mengajukan Praperadilan ke Pengadilan negeri Atambua terkait penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polres Belu, Rabu (06/01/2021).

Kuasa Hukum Akulina Dahu, Stefen Alves Tes Mau, SH kepada media ini mengungkapkan beberapa alasan mengapa Tim Kuasa Hukum Akulina Dahu mengajukan praperadilan terkait penangkapan, penetapan tersangka, dan Penahanan Alumina Dahu. Untuk diketahui, ada dua Kuasa Hukum Akulina Dahu yang melakukan Praperadilan yaitu Stefen Alves Tes Mau dan Wilfrid Son Lau,  SH., MH.

Menurut Stefen, penetapan Akulina Dahu sebagai tersangka yang dilakukan oleh Polres Belu sangat prematur. Menurut penilaiannya, pihak Polres Belu sangat tergesa-gesa menetapkan Akulina Dahu sebagai tersangka.

Selain itu, Polres Belu tidak pernah mewati prosedur yang benar dalam pemanggilan Akulina Dahu, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka. “Akulina tidak pernah dipanggil sekalipun untuk dimintai klarivikasi terkait persoalan tanggal 9 Desember 2020 di TPS 02 Desa Nanaenoe, “ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, saat mendatangi rumah Akulina pada tanggal 29 Desember 2020, Pihak Kepolisian Polres Belu sewenang-wenang melakukan penggeledahan rumah Akulina dan menangkap Akulina yang sedang membantu pamannnya di Kebun tanpa membawa sebuah surat perintah penangkapan.

“Kami tidak menerima penetapan tersangka kepada Akulina karena menurut kami, apa yang dilakukan pihak polres belu itu cacat prosedural. Akulina tidak layak ditetapkan sebagai tersangka. Karena itu, demi sebuah keadilan, kami akan memperjuangkan Akulina Dahu ” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini, Akulina Dahu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Belu pada Tanggal 29 Desember 2020 karena adanya dugaan pelanggaran pemilu.

BACA JUGA:

 Akolina Dahu, Sang Gadis Malang di Bilik TPS

Ini Penjelasan Kapolres terkait Penetapan Akolina Dahu Sebagai Tersangka

Dalam konferensi pers akhir tahun 2020 di Aula Lantai I Mapolres Belu, Rabu (30/12/2020), Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh mengungkapkan bahwa Akulina adalah pemilih yang menggunakan KTP luar Belu mencoblos di TPS 02 Desa Nanaenoe. Tersangka CM adalah KPPS 05 yang berperan mengurus daftar hadir di pintu masuk TPS sedangkan tersangka PJ adalah KPPS 04 yang juga ketua KPPS. Ia berperan memberikan surat suara kepada pemilih.

Dikatakan, Lina datang mencoblos menggunakan identitas KTP. KTP yang dimiliki tersangka Lina adalah KTP lama yang bagian kop KTP masih tertulis Provinsi NTT,  Kabupaten Belu. Padahal wilayah tempat tinggal Lina berdasarkan KTP tersebut merupakan wilaya Pemerintahan Kabupaten Malaka dengan alamat Fukanfehan, Desa Alas Utara, Kabupaten Malaka.

Sesuai pengakuan tersangka CM seperti termuat dalam laporan polisi, dirinya kurang teliti saat melayani tersangka AD. Ia baru mengetahui tersangka AD menggunakan KTP luar Belu setelah surat suara sudah dicoblos.

Dugaan tindak pidana ini menjadi temuan pengawas dan ditelusuri lebih lanjut oleh tim Sentra Gakkumdu. Hasil penelusuran, Gakkumdu menemukan ada unsur pidana pemilu yang dilakukan AD serta dua orang KPPS sehingga Gakkumdu merekomendasikan kasus itu ke Polres Belu.

Penyidik Polres Belu melakukan penyelidikan hingga tahap penyidikan. Setelah cukup bukti, penyidik menetapkan tiga orang tersangka. “Setelah kita menerima laporan polisi, kami periksa saksi dan terlapor. Kemudian kami gelar perkara yang diikuti Gakumdu. Dari situ kita tetapkan tiga tersangka,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, tersangka AD dijerat dengan pasal 178 huruf c ayat 1, UU 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 1 tahun 2015 tentang Penetapan Perpu 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Wali Kota menjadi Undang-Undang dengan ancaman penjara paling singkat 36 bulan atau paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp 36 juta atau paling banyak Rp 72 juta.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar