Beranda Olahraga Tuhan Yesus dan Bunda Maria Diperkenalkan Sebelum Menjadi Anggota THS-THM

Tuhan Yesus dan Bunda Maria Diperkenalkan Sebelum Menjadi Anggota THS-THM

1136
0

BELU, Flobamora-news.com – Sebelum Menjadi Anggota Pencak Silat Tunggal Hati Seminar (THS) – Tunggal Hati Maria (THM), seorang harus diperkenalkan terlebih dahulu tentang Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Belu Utara, Elias Martina Dias usai acara pembukaan ret-ret uang diadakan di Halaman Paroki St. Arnoldus Jansen Labor, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada, Jumat (28/6/2019) malam.

“Sebelum seorang diterima sebagai anggota THS-THM, kita harus memperkenalkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria terlebih dahulu,” ujar Anggota Buser Polres Belu itu.

Menurutnya, Tuhan Yesus dan Bunda Maria diperkenalkan secara mendalam pada acara Ret-ret. Setelah melewati tahap ini, barulah seorang dapat mengikuti pendaratan untuk diterima sebagai anggota THS-THM.

Lebih dari pada itu, latihan THS-THM bukan sebagai ajang gagah-gagahan, tapi sebagai sebuah latihan untuk belajar rendah hati. “Kekuatan terbesar seorang anggota THS-THM adalah kerendahan hati mengikuti figur Tuhan Yesus dan Bunda Maria,” pungkas Brigpol Elias.

Selain rendah hati, pada para pembukaan ret-ret yang bertemakan “Hendaklah Kasih Persaudaraan Tetap Ada di Antara Kamu (Ibrani: 13.1) tersebut, Elias mengatakan bahwa melalui ret-ret, anggota bisa merubah pola pikir untuk hidup sederhana, menjadi pribadi yang lebih baik, dan menjadi teladan hidup yang baik di tengah hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan ret -ret sebagai salah satu tahap awal pembinaan iman, mental, fisik, dan organisasi. Ret-ret juga menjadi salah satu wadah untuk membangun iman rohani setiap anggota untuk menjadi orang Katholik yang sejati.

Dalam ret-ret, peserta juga belajar mengenai pentingnya sakramen dalam gereja Katholik. Sebagai seorang Katholik wajib hukumnya untuk mengenal 7 Sakramen dalam Gereja Katholik.

“Anggota THS-THM adalah salah satu tulang punggung gereja Katholik. Karena itu, wajib mengetahui tentang pentingnya 7 Sakramen dalam Gereja Katholik. Setelah mengetahuinya, mereka juga harus memberitahukan ke sesamanya tentang peran dan pentingnya 7 Sakramen itu,” tuturnya.

Elias berharap agar anggota THS -THM tetap mencintai dan menjadi 100 persen orang Katholik dan 100 persen orang Indonesia.

Untuk diketahui, ret-ret di Paroki Labour ini melibatkan 16 ranting dari THS-THM Wilayah Belu Utara dan satu ranting titipan dari THS-THM Wilayah Malaka, Distrik Keuskupan Atambua. Ret-ret ini diikuti oleh 575 orang didampingi oleh 265 orang senior THS-THM, Pengurus Korwil Belu Utara, dan para senior tua dari Distrik Keuskupan Atambua.

Acara diawali dengan penyambutan dan pengalungan Pastor Paroki Labour Rm. Maksi Bria Seran, Pr, Korwil Belu Utara Brigpol Elias Martina Dias, dan para senior tua. Acara dilanjutkan dengan perayaan ekaristi dan upacara pembukaan ret-ret.

Rm. Maksi Bria Seran, Pr dalam perayaan Ekaristi menekankan kepada para calon anggota THS-THM agar harus sabar, setia, saling megasihi, persaudaraan, disiplin, dan tau menghargai orang tua. (Richi Anyan)

Komentar