Beranda Pendidikan Universitas Pelita Harapan akan Adakan Seminar Arsitek dan UU ARSITEK

Universitas Pelita Harapan akan Adakan Seminar Arsitek dan UU ARSITEK

446
0

Penulis: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar UPH &Ketua Program Studi S2 T. Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH)

JAKARTA,Flobamora-news.com – Program Studi S2 T. Sipil (MTS) Konsentrasi Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan bersama Alumni mengundang kita semua untuk hadir dalam Seminar Arsitek & Undang-Undang Arsitek pada hari Rabu, (10/3/ 2019) mendatang.

Mengapa Seminar ini penting…………????

Prodi S2 MTS Universitas Pelita Harapan terus berkomitmen untuk secara konsisten menyuarakan, membahas dan merekomendasikan “solusi dari berbagai isyu” dalam bidang Manajemen Proyek & Konstruksi di Indonesia, secara khusus tentang peran Perancang dalam bidang Arsitektur.

Arsitektur sebagai bidang Profesi dalam Jasa Konstruksi yang matang pengalaman & knowledge, telah memiliki Undang- Ubdang Profesi sebagai landasan keprofesian secara profesional. Apresiasi patut kita berikan kepada Dewan DPR RI dan Pemerintah serta Asosiasi terkait yang telah memperjuangkan selama berpuluh tahun lahirnya UU No. 6 tahun 2017 tentang Arsitek.

Dalam Seminar mendatang, kita akan membahas berbagai isyu dan tentunya juga solusi yang akan dipersembahkan bagi Indonesia.

Apa Itu Profesi Arsitek?

Dalam bisnis jasa konstruksi, siklus proyek yang dimulai sejak “inisiatif” ide proyek sampai operasional proyek, peran perancang proyek yang salah satunya adalah “Arsitek” memiliki positioning yang vital untuk “men-develop ide pengguna jasa (klien)”.

Ide perancangan milik klien atau milik Arsitek? Siapa yang memulai inisiatif ide perancangan? Apa sebenarnya peran Arsitek terhadap para Pengguna Jasa (klien)?

Bagaimana Mengantisipasi Permasalahan Arsitektur?

Seringkali ketika permasalahan Perancangan terjadi, fase permasalahan dapat terjadi saat proses Desain dilakukan, pada saat konstruksi (pembangunan) atau bahkan saat karya Arsitektur terbangun. Dampaknya permasalahan ini selain karya Arsitektur tidak digunakan secara maksimal sehingga banyak “ghost building” bertaburan di kawasan perkotaan.

Dampak yang meluas adalah lingkungan terhambat untuk berkelanjutan. Nilai hidup sosial dapat menurun. Sedahsyat inikah dampak buruk karya Arsitektur yang gagal?

Respon UU Arsitek

Permasalahan di atas, berbagai risiko bahkan potensi bencana yang dapat terjadi, ternyata diupayakan dijawab oleh Profesi Arsitek. UU No. 6 tahun 2017 yang menata peran Arsitek dalam Industri Konstruksi Indonesia. Dimana “positioning” Arsitek?

Apakah profesi Arsitek dalam UU No.6/2017 juga merespon secara tepat UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi Indonesia? Apa respon peran Arsitek tentang hal “sustainability” lingkungan? Apa indikator penting profesi Arsitek? Satu hal penting ketika mental kita naik kelas, Ubdang-Undabg Arsitek ini akan mampu mendorong lahirnya Undang-Undang Profesi lainnya dalam Industri Konstruksi.

Kiranya melalui Seminar Arsitek & Undang Undang Arsitek di Universitas Pelita Harapan akan mampu menyumbangkan kualitas Jasa Konstruksi Indonesia yang sangat diperlukan Indonesia pasca pembangunan seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) yang Pemerintah sedang rencanakan dan kerjakan saat ini.

Mari kita hadiri Seminar mendatang dan menyumbangkan pemikiran serta pengalaman kita semua yang sangat berharga bagi dunia Arsitektur Indonesia di masa depan. ( RBT)

KOMENTAR ANDA?

======================

Komentar