Beranda Hukum & Kriminal Viralnya Dugaan Penggelapkan Dana di Diskominfo, Ismail Salata Angkat Bicara

Viralnya Dugaan Penggelapkan Dana di Diskominfo, Ismail Salata Angkat Bicara

475
0

RIAU, Flobamora-news.com –Viralnya Pemberitaan yang muncul di sejumlah Media online yang ada di Provinsi Riau maupun media Nasional terkait adanya Dugaan Penggelapan dana Media pada Tahun Anggaran 2018 oleh Diskominfo Kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil ) membuat Ketua Setwil FPII Provinsi Riau Ismail Sarlata Berang dan Angkat Bicara.

Menurut Ismail Sarlata, saya sangat menyayangkan sikap Kadis dan Kabid Diskominfo Kabupaten Inhil yang terkesan dan atau diduga gelapkan dana kerja sama Media pada TA 2018 yang dialami Oleh salah satu Owner yang Berinisial “HZ”.

Ia meminta kepada Bupati Kabupaten Inhil agar segera mengambil tindakan tegas terhadap kedua oknum tersebut. dan meminta kepada BPK agar segera melakukan Audit penggunaan anggaran untuk Media pada TA 2018 hingga TA 2019. Karena penggunaan anggaran Publikasi di tahun tersebut diduga kuat sudah cacat hukum dan menyalahi aturan yang ada.

“Mana ada Anggaran Publikasi TA 2018 di bayarkan di tahun berikutnya, jadi masalah ini harus dijelaskan oleh diskominfo. dan ini sudah cukup bukti bahwa diduga kuat adanya penggelapan yang dilakukan oleh kedua Oknum di Diskominfo Inhil”, ucap Ismail

Informasi yang saat ini mencuat di kalangan Media bahwa pembayaran kerja sama media untuk pubkikasi tahun anggaran  2018 dibayar tahun anggaran 2019. Seharusnya dibayar tahun anggaran 2018. Ini yang patut untuk dipertanyakan.

Untuk itu, saya selaku Ketua FPII Setwil Riau dalam waktu dekat ini akan segera mendatangi SKPD tersebut yakni Kominfo Kabupaten Inhil serta Bupati dan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir untuk mempertanyakan dan meminta segera lakukan Hearing. Jika hal ini tidak dilakukan, Bupati dan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir diduga ikut melegalkan tindakan SKPD tersebut.

“Kepada seluruh rekan-rekan Media agar terus melakukan Pengawasan bersama terkait masalah ini. Jangan sampai anggaran yang seharusnya untuk media malah di rampas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab”, tutup Ismail.


Reporter: Team Red.


Komentar