Beranda Hukum & Kriminal Viralnya Video Kritik Pelayanan Dukcapil Kota Kupang, Grace Ndoen Minta Maaf

Viralnya Video Kritik Pelayanan Dukcapil Kota Kupang, Grace Ndoen Minta Maaf

244
0

Foto: Grace Ndoen dan Kepala Dinas Dukcapil Agus Ririmase 

KUPANG, Flobamora-news.com – Video Grace Ndoen yang mengkritik kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang Nusa Tenggara Timur yang sempat viral di media sosial dan menuai banyak komentar Nitizen belum lama ini.
Video tersebut dibagikan oleh pemilik akun jejaring sosial Facebook Grace pada Rabu (6/5/2020) dan menjadi perbincangan di kalangan warganet. Ada yang mengkritik kinerja bahkan ada yang memberi dukungan bagi Kepala Dinas Agus Ririmase dan jajarannya.

Dalam rekaman berdurasi 0,18 detik itu, Grace mengatakan ini kerja model apa, apa tutup, buka, apa jam begini tutup apa, ini pelayanan seperti apa, kalian dibayar gaji untuk kerja bukan untuk tutup buka kantor ini masih jam kerja.

Dalam Video lain yang berdurasi 0,31 detik juga dikatakan kerja model begini ini orang butuh 30 orang satu hari ini angkatan SMA yang baru yang butuh KTP
3000 orang mungkin lebih atau berapa Ribu hitung saja SMA yang ada di Kota Kupang. Kalau kalian layani per 30 orang kapan selesainya. Ini ini yang sonde betul kalian su kerja nyaman-nyaman di dalam AC sudah dibatasi, sonde ada orang yang masuk dalam loket tidak kena ujan tapi batasi 30 orang.

Tak lama setelah aksinya viral, Grace menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Dalam hal ini dengan suasana kekeluargaan saya menyampaikan permohonan maaf karena kehilangan kontrol dimana telah meluapkan emosi bukan pada tempatnya sehingga pelayanan administrasi kependudukan yang saya butuhkan tidak menemukan jalan keluar. Apalagi kebijakan pelayanan publik dalam situasi pandemik.

Akhirnya secara proposional jujur saya harus menyampaikan apresiasi bahwa Dukcapil sebagai sentra pelayanan publik administrasi kependudukan telah banyak berbenah dan pelayanan yang kami saksikan hari ini telah banyak mengalami perbaikan dan perubahan. terbuka terhadap kritik saran dan masukan dari berbagai pihak dan telah melakukan penyesuaian-penyesuain mengikuti tuntutan kondisi dan tuntutan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat.

Kami doakan agar semangat melayani dengan tulus kepada masyarakat yang diterapkan oleh pimpinan lembaga dapat diserap dan diimplementasikan oleh segenap jajarannya menjadikan Dukcapil Kota Kupang menjadi lebih baik.

Akhirnya kami memohon kepada Tuhan keselamatan dan kesehatan bagi para pemimpin di Kota Kupang seluruh lapisan masyarakat Kota Kupang dan situasi pandemik ini segera berakhir. Tuhan Memberkati.

Sementara itu dengan penuh kekeluargaan Kepala Dinas Agus Ririmase menyambut baik permohanan maaf dari saudari Grace.

Menurut Agus masyarakat yang membutuhkan pelayanan dia punya hak itu sah-sah saja tapi harus dengan cara yang beretika dan santun. Terkhusus kepada adik Grace Ndoen yang baru-baru memviralkan Dinas Dukcapil ternyata hari ini datang dan kita berbicara dari hati ke hati. Dia mengakui dia punya kesalahan memviralkan. Permintaan maaf dari saudari Grace hari ini adalah suatu tindakan yang sangat terpuji. Saya selaku kepala dinas memberikan apresiasi bagi dia. Karena apa? Kita diberi Tuhan Talenta untuk melayani dan ingat bahwa dalam tugas kita pasti banyak tantangan untuk itu kita harus sabar dan jalani dengan penuh tanggung jawab.

“Perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Kota Kupang bahwa kami seharusnya libur sampai tanggal 30 Mei tetapi saya membuat kebijakan tetap melayani masyarakat tetapi bagi masyarakat yang datang mengurus identitas diri di Dukcapil harus kita kurangi. Pegawai saja kita sistim sif, operatur KK, KTP, KIA dan Akta masing-masing satu orang”, kata Agus

Dijelaskannya bahwa kami sudah Dua kali pernah dibubarkan oleh pihak Kepolisian karena terjadi kerumunan masa yang banyak. Apalagi saat ini kita NTT sudah Zona Merah karena Virus Covid-19. Untuk itu kami batasi jumlah masyarakat yang mengurus identitas diri. MIsalnya KTP 50 orang dan yang mengurus KK, KIA, dan Akta hanya 30 orang. Kiita batasi karena untuk mengurangi jumlah kuruman masa. Mungjin waktu itu adik Grace datang kuota yang mendaftar sudah pas, jadi kita tdak bisa menerima lagi karena itu pintu kami tutup.

“Kita tutup pintu bukan berarti tidak mau melayani tetapi jumlah kuota pendaftar sudah penuh. Jadi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan di Dukcapil kami sangat mengharapkan untuk dapat memahami situasi saat ini”, tutup Agus

 


Reporter: Ricky Anyan


Komentar