Beranda Lintas NTT Wabup Belu Tak Akui SK Gubernur NTT Terkait Penjabat Sekda

Wabup Belu Tak Akui SK Gubernur NTT Terkait Penjabat Sekda

806
0

Belu, Flobamora-news.com – Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 816.2.1/187/BKD.3.1 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tertinggi Pratama sebagai penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Belu, Frans Manafe tidak diakui oleh Wakil Bupati Belu JT Ose Luan sekembalinya dari masa cuti kampanye Pilkada Belu 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Februari 2021 dalam acara atau koordinasi pimpinan perangkat Daerah, Camat dan Lurah Se-kabupaten Belu bersama Wakil Bupati Belu di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Senin (07/12/2020).

Wakil Bupati Belu ini bahkan mempersilahkan pejabat dimaksud mengemban jabatan Penjabat Sekda Belu namun dirinya tidak akan pernah menyapanya.

“Saya sengaja tidak sebut penjabat Sekda karena saya tidak akui itu. Jadi, saya hanya kenal asisten II. Penjabat Sekda saya tidak kenal, non prosedural. Silahkan mengemban jabatan itu, tapi saya tidak akan pernah menyapa. Bukan karena ada apa-apanya, tapi apa adanya saya seperti itu,” tegasnya.

JT Ose Luan meminta agar saat dirinya masuk kembali dari cuti kampanye, seharusnya penjabat Sekda Belu, Frans Manafe harus melapor diri. Akan tetapi, tidak demikian.

“Kalau jadi penjabat Sekda kami masuk itu datang lapor diri, bukan Wakil Bupati Pi (-pergi) di lu (-kamu). Saya pernah Sekda defenitif 5 tahun dengan administrasi yang benar. Tadi saya tunggu tidak ada orang yang datang. Kau pikir saya mau Pi di lu. Saya yang Pi di lu itu juga saya pun sikap juga lain nanti… Orang baik jadi orang buruk,” kesal Ose Luan.

Untuk diketahui, Willybrodus Lay dan JT Ose Luan kembali mencalonkan diri dalam Paket Sahabat jilid II sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati Belu pada Pilkada Belu tahun 2020.

Sesuai peraturan KPU maka pasangan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021 ini harus melakukan cuti kampanye terhitung sejak tanggal 26 September sampai 5 Desember 2020.

Pada jeda masa cuti kampanye tersebut, Frans Manafe, S.Pi resmi dilantik menjadi penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Belu mengganti penjabat sebelumnya, Drs Marsel Mau Meta.

Pelantikan Penjabat Sekda Belu ini pun dilakukan oleh Pjs Bupati Belu Zakarias Moruk di Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin siang (05/10/2020) berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 816.2.1/187/BKD.3.1 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tertinggi Pratama sebagai penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Belu dengan mengingat;

a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat 2 huruf a dan b Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah, dalam hal jangka waktu 3 (tiga) bulan terjadinya kekosongan Sekretaris Daerah terlampaui dan Sekretaris Daerah definitif belum ditetapkan, paling lama 5 (lima) hari kerja Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat menunjuk Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6;

b. bahwa Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu atas nama Drs. Marsel Mau Meta telah selesai melaksanakan tugas selama 3 (tiga) bulan dan saat ini Jabatan Sekretaris Daerah Definitif Kabupaten Belu belum ditetapkan sehingga terjadi kekosongan Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, sehingga untuk mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah serta menjamin kelancaran tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Pelayanan Kemasyarakatan, maka dipandang perlu mengangkat Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu;

c. bahwa Penjabat Sekretaris Daerah yang diangkat dengan Keputusan ini, memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada huruf a;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c maka perlu menetapkan, Keputusan Gubernur, tentang Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu;

Selanjutnya juga mempertimbangkan Surat Keputusan Bupati Belu nomor BKDPSDM.820/182/KEP/VI/2020 tanggal 19 Juni 2020 tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi Pratama sebagai penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Belu, maka memutuskan, menetapkan:

Kesatu; mengangkat Pegawai Negeri Sipil :
Nama : Frans Manafe, S.Pi
NIP : 196110041986031018
Pangkat : Pembina Utama Muda (IV/C)
Jabatan : Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Belu.

Kedua; tugas Penjabat Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU, Keputusan ini adalah membantu Kepala Daerah dalam penyusunan kebijakan, pengoordinasian dan pelayanan administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, serta mempersiapkan proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah definitif dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan, sejak penetapan keputusan ini.

Ketiga; dalam Pelaksanaan Tugasnya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu bertanggung jawab kepada Bupati Belu.

Ose Luan yang ditemui usai rapat koordinasi tersebut mengaku bahwa ketidakpengakuannya dia terhadap SK Gubernur NTT hanya sebuah intermeso di dalam sidang.

“Intermeso. Tidak ada kesalahan, itu hanya intermeso,” ujarnya sembari tertawa.

Ketika ditanya lebih lanjut, JT Ose Luar menjelaskan bahwa dalam mengisi Jabatan Penjabat Sekda Belu, maka harus mencari orang yang pangkatnya sudah memenuhi.

“Karena aturannya harus eselon II, sejajar atau satu tingkat di atas. Tidak bisa eselon III menjabat. Kalau aturan itu, bila ada salah satu kepala dinas yang lowongga, maka maka salah satu pejabat eselon II B yang isi. Tidak hanya sekedar isi saja. Aturannya jelas begitu”.

Lebih lanjut diaku bahwa memang pihaknya baru mengetahui aturan itu. Karena itu, dirinya mengaku selama ini banyaknkesalahan dalam menempatkan seorang ASN dalam masa kepemimpinan Sahabat Jilid I terdapat beberapa kesalahan.

“Aturan itu memang kita baru tahu, sebelumnya ada kesalahan-kesalahan,” terangnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar