Beranda Pendidikan Wabup Belu: Tugas Guru itu Berat dan Mulia

Wabup Belu: Tugas Guru itu Berat dan Mulia

114
0

Belu, Flobamora-news.com – Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan membuka Musyawarah Guru Mata Pelajaran SMP Rayon III Kabupaten Belu di Aula SMPN Kimbana, Rabu, (26/8). MGMP SMP Rayon III (Kecamatan Tasifeto Barat, Raimanuk dan Nanaet Duabesi) ini akan dilaksanakan selama 2 hari dengan mengambil tema “Strategi Pembelajaran Masa Transisi Menuju New Normal Covid-19“.

Wakil Bupati dihadapan para Kepala Sekolah dan Guru 10 mata pelajaran dalam sambutan menyampaikan kegiatan MGMP ini sebagai suatu kegiatan yang luar biasa karena mengumpulkan para pendidik dari 10 mata pelajaran serta kepala sekolah karena kepala sekolah dan guru merupakan pioner utama dalam peningkatan pendidikan disamping dukungan yang lain.

Dilanjutkan Ose Luan, MGMP ini memberikan satu titik perhatian atau fokus pada peningkatan mutu karena itu merupakan hal utama.

“Kalau mutu diabaikan maka akan sia-sia. Kita butuh orang pintar tapi kita lebih butuh orang cerdas. Cerdas sebagai pendidik yang tahu tugas bahwa saya ini pendidik. Artinya peningkatan kualitas diri para guru pada 10 mata pelajaran itu menjadi titik utama,” tandas J.T. Ose.

Lebih lanjut, kualitas atau mutu anak-anak harus dipersiapkan secara baik.

“Saya mengapresiasi pertemuan ini, semoga MGMP ini bermanfaat bagi para kepala sekolah, guru untuk menghasilkan anak didik yang bermutu. Laksanakan kegiatan ini dengan baik karena negara butuh guru yang memiliki mutu dan pantas serta layak sehingga menghasilkan anak bangsa yang bermutu karena tugas guru itu berat tapi mulia,” ujar Wakil Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali, SH dalam sambutan mengatakan Indonesia memiliki 8 standar pendidikan dan yang menjadi kunci suksesnya pendidikan di Indonesia ada 2 yakni Guru dan Kepala Sekolah.

Joni Mali lebih lanjut mengutarakan, MGMP ini sudah dibentuk sejak tahun 2017 tetapi kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan mutu guru masih sangat kurang. Untuk tahun 2021, sudah didesign kegiatan-kegiatan yang fokus pada peningkatan guru dan kepala sekolah.

“Selama ini MGMP hanya digunakan untuk penyusunan soal tryout dan kegiatan lain sementara untuk kegiatan yang fokus pada peningkatan belum ada sama sekali,” terang Kadis P dan K.

Disampaikan, untuk tahun 2020 ini akan dilaksanakan pelatihan bagi 100 Kepala Sekolah SMP dan kita sementara menunggu petunjuk dari pusat.

“Kita tunggu petunjuk, apakah akan dilaksanakan secara virtual dan bagi yang belum sempat ikut tahun ini karena belum memenuhi syarat akan dianggarkan pada tahun 2021,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Kadis P dan K menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap eksis ditengah tantangan pandemi covid-19 meskipun tantangan pembelajarannya sangat berat dari Belajar di Sekolah (BDS) menjadi Belajar di Rumah (BDR) atau online dan untuk online kita mengalami tantangan karena sarana dan prasarana yang tidak memadai.

Sebelumnya, Ketua Panitia MGMP SMP Rayon III Kabupaten Belu, Sefrinda Fince, S.Pd melaporkan tujuan yang akan dicapai dalam pelaksaan kegiatan MGMP adalah : Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam hal penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran 1 lembar; Memberi kesempatan kepada peserta MGMP untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik; Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta MGMP dalam pembelajaran online dengan aplikasi Zoom Meet, Google Meet; Memberdayakan dan membantu angggota kelompok mengembangkan profesionalisme di tingkat MGMP.

Peserta kegiatan MGMP SMP Rayon Ill Kabupaten Belu adalah guru guru sepuluh mata pelajaran yang bertugas di wilayah Kecamatan Tasifeto Barat, Kecamatan Raimanuk dan Kecamatan Nanaet Duabesi; Jumlah peserta terdaftar untuk mengikuti MGMP sebanyak : 227 orang yang berasal dari 15 SMP yang ada di wilayah Rayon III dan kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2020 bertempat di SMP Negeri Kimbana.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar