Beranda Wisata Budaya Wagub NTT: Pulau Komodo Harus Dibenahi

Wagub NTT: Pulau Komodo Harus Dibenahi

115
0

LABUAN BAJO, Flobamora-news.com –  Kawasan Pulau Komodo harus dibenahi dan dikembangkan lebih modern lagi, agar menjadi habitat yang lebih layak dan pantas untuk dihuni oleh biawak raksasa komodo.. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef A. Nae Soi, saat melakukan kunjungan kerja yang  kedua kalinya di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat pada, Rabu (04/11/2020).

Wakil Gubernur dalam.kegiatan tersebut didampingi oleh Kadis Parekraf Provinsi Wayan Dharmawa dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Isyak Nuka dan dipandu oleh Kepala Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur mengamati dan mendengar dengan serius Proyek Penataan Kawasan Konservasi Loh Buaya, Pulau Rinca, dengan penanggungjawabnya yaitu Ditjen SDA dan Ditjen Cita Karya Kementerian PUPR RI.

Menurut Wakil Gubernur Josef bahwa, Komodo adalah binatang yang unik, tidak ada di tempat yang lain di belahan dunia manapun, kecuali di Kabupaten Manggarai Barat. Oleh sebab, tempat inipun harus kita ubah menjadi tempat yang unik dan menarik.

“Usaha dan kerja yang sekarang tengah dilaksanakan pasti akan memberi dampak positif yang nyaman bagi habitat Komodo,  juga memberi dampak keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan berkunjung. Tempat ini menjadi sebuah kawasan konservasi yang indah dan menarik. Itulah sebuah destinasi super premium yang sebenarnya”, katanya.

“Pulau Rinca ini juga disiapkan menjadi salah satu titik simulasi Protokol Keselamatan dan Keamanan Destinasi Pariwisata tanggal 12 November 2020 nanti. Bahkan Kawasan ini pasti menjadi kawasan World Class wisata dan investasi. Jadi mari kita dukung untuk menjadikan tempat ini jauh lebih indah, modern, menariik, nyaman dan aman, serta memilki nilai sensitifitas bagi kaum difabel yang nanti akan mengunjungi tempat ini, serta memberi kesan ekostik bagi setiap pengunjung”, ujar Josef.

“Dengan adanya desain pembangunan Kawasan ini, salah satunya yaitu Jalan Gertak Elevated. Bahkan proses pembangunan dan pengembangan kawasan ini, tetap mengutamakan ekosistem kelestarian lingkungan alam di sekitar lokasi ini, hal ini ditandai dengan tidak adanya satu pohonpun yang ditebang. Bahkan setiap pohon yang ada di lokasi ini telah diberi nomner dan diidentikasi setiap jenis pohonnya, agar menghidari penebangan pohon. Dan ini menjadi komitmen kita semua untuk benar-benar menaatinya”, tegas Putera Ngada tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur beserta rombongan menyimak dengan baik penjelasan progres pembangunan Kawasan konservasi tersebut oleh Kepala Taman Nasional Komodo/Lukita Awang Nistyantara.

“Banyak perubahan yang terjadi pada saat pembangunan jalur tracking di Kawasan ini, karena ada jalur tracking yang bersinggungan dengan pohon, sehingga harus dirubah kembali, karena pertimbangan utama untuk menjaga agar setiap pohon yang ada di lokasi ini tidak boleh sampai ditebang, Oleh karena, pohon-pohon di sekitar lokasi ini, sudah berumur 100 tahun lebih, jadi tidak boleh ditebang. Luas proyek yang saat ini dikerjakan hanya 1,3 hektar dari luas keseluruhan Pulau Rinca, yaitu kurang lebih 20.000 hektar”, jelas Lukita.

Disela-sela kunjungan tersebut Wakil Gubernur juga sempat menelpon Kepala Balai Wilayah (BWS) Nusa Tenggara 2 NTT, Kementerian PUPR/Agus Sosiawan.

“Untuk menghindari dampak dari terbentuknya opini negatif tentang pengerjaan proyek ini, maka jika ada pertanyaan dari pihak manupun tentang penataan kawasan ini, maka serahkan semua jawabannya kepada kepala wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Gubernur atau Wakil Gubernur, supaya masyarakat bisa menyerap informasi yang proposional dan substantive tentang aktifitas penataan di Kawasan ini. Proyek ini sebenarnya bagus, karena sangat memperhatikan ekosistem alam di tempat ini, dan jika proyek ini berhasil juga akan membuat Komodo lebih “berintelektual”, sesuai dengan perkembangan waktu, waktu berubah manusia berubah maka Komodo harus diperlakukan secara berbeda juga sesuai dengan peradaban waktunya”, tegas mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI.

Wakil Gubernur didampingi oleh Kadis Perhubungan dan Kadis Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama Para Kontraktor dan PPK yang bertanggung jawab dalam penyelesaian Proyek Jalan Provinsi NTT di Kabupaten Manggarai Barat mengecek langsung proses pengerjaan dan penyelesaian ruas jalan.

Ruas jalan dimaksud, yaitu : Kondo – Noa – Hita: 14,39 KM : 44 Miliar: PT. Haberka Mitra Perkasa. Noa – Golo Welu: 16 Km : 47 Miliar: PT. Lestari Nauly Jaya. Dan jalan PHJD : 33,6 Km: 75 Miliar: PT. Adisti Indah. Pengecekan langsung ini dimulai pukul 14.00 wita s.d. 20.00 wita, dengan rute yang dilewati dimulai dari Nggorang Kecamatan Komodo – Masuk Lando Kecamatan Boleng – Noa Kecamatan Pacar. Rute perjalanan untuk mengecek penyelesaian proyek jalan provinsi tersebut diperkirakan melintasi 120 kilometer PP, dengan durasi sekitar 5 jam perjalanan dengan mobil PP.

Rute jalan Trans Provinsi sebenarnya dimulai dari Nggorang Kecamatan Komodo – Lando Kecamatan Boleng, Noa : Kecamatan Pacar..Wajur.. Kecamatan Kuwus Barat..Golo Welu Kec; Kuwus yang menjadi perbatasan Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.

“Ruas jalan provinsi ini harus secepatnya diselesaikan sesuai prosedur, dan diusahakan sebelum tanggal 10 November 2020 sudah harus tuntas. Karen saya melihat masih belum sempurna pengerjaannya serta penyelesainnya. Masih cukup panjang kilometer jalan yang belum dirampungkan. Segera selesaikan. Fasilitas jalan yang dibuat ini harus benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya penduduk lokal yang akan melintasi ruas jalan Provinsi ini. Dengan fasilitas jalan yang memadai akan berdampak pada peningkatan geliat perekonomian masyarakat, demi menjawab harapan NTT Bangkit NTT Sejahtera”, tutup Wakil Guberur kepada para kontaktor dan PPK jalan provinsi yang ikut serta dalam kunjungan sore tadi.

 


Reporter: Ricky Anyan/Humas NTT


Komentar