Beranda Hukum & Kriminal Wakil Bupati TTS : Saya Bertindak Sebagai Bupati, Saya Perintahkan PDAM Soe...

Wakil Bupati TTS : Saya Bertindak Sebagai Bupati, Saya Perintahkan PDAM Soe Segera Cabut Laporan Polisi

1183
0

SOE, Flobamora-news.com – Sumber mata air Bonleu saat ini menjadi pembicaraan hangat diberbagai kalangan pasca masyarakat Desa Bonleu dilaporkan ke Polres TTS setelah menutup sumber mata air dan melepas air dari salah satu pembuangan di Upumnasi. DPRD TTS menilai tindakan Direktur PDAM Soe tidak tepat. Karena Penutupan dan pengalihan air itu karena kekecewaan masyarakat.

“Masa rakyat tagih janji pemerintah sejak 1996 yang dijanjikan untuk bangun jalan, jembatan, listrik dan pengembalian 10 persen tetapi tidak realisasi sehingga masyarakat kecewa dan menutup sumber mata air, bukan jawab tuntutan rakyat malah Dipolisikan,”Tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD TTS, Melianus Bana, Dominggus Beukliu, Semuel DY Sanam saat rapat bersama PDAM Soe dan Wakil Bupati TTS Johny Army Konay diruang komisi II DPRD TTS pada, Senin (31/5).

Menurut Beukliu, rakyat diibaratkan seorang anak dan pemerintah seorang bapak. Jika seorang anak meminta janji dan dibawah ke Polisi itu menunjukan bahwa tidak ada kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Semestinya setelah persoalan tersebut mencuat, Pemda TTS harus bersikap bukan mempolisikan rakyat. Oleh karena itu, DPRD TTS akan segera memanggil Pemda TTS untuk mencarikan solusi.

Soal laporan ke Polisi tegas Dominggus harus segera dicabut. Karena ada rakyat maka ada Pemerintah dan DPRD, ketika rakyat mengeluh harus dijawab, apa lagi sudah bertahun-tahun.

Wakil Ketua Komisi II, Melianus Bana menegaskan akibat janji pemerintah tidak tercapai sehingga masyarakat alihkan air. Kami sampaikan aspirasi rakyat, maka DPRD dan pemerintah harus datangi masyarakat untuk mediasi dan carikan jalan keluar, sebab Bonle’u berkontribusi, untuk TTS tetapi warga masyarakat Bonle’u malah dipolisikan.

Melianus Bana meminta agar Pemda TTS segera menjawab tuntutan masyarakat. Jika jalan menuju Bonle’u sudah dikerjakan tetapi masyarakat tetap bersi keras untuk tidak lepas air itu maka kita akan cari tau apa persoalannya. Yang penting jalan dikerjakan sesuai dengan tuntutan masyarakat.

“Tindakan masyarakat, kita tidak bisa salahkan. Kita harus datangi rakyat untuk menjelaskan kepada masyarakat dan menjawab tuntutan masyarakat,”Tegasnya.

Laurens Jehau mengatakan laporan yang sudah dilaporkan ke Polres TTS itu agar tetap berjalan untuk mengetahui titik persoalannya.

Anggota Komisi II Anthoneta Nenabu, akibat penutupan dan pengalihan air dari pembuangan itu karena janji yang tidak pasti sehingga masyarakat menanti dan terpaksa lepas air agar Pemda dan DPRD melihat kebutuhan masyarakat Desa Bonle’u.

Hadir juga wakil bupati Timor tengah selatan (TTS), Jhony Armi Konay, dengan tegas meminta kepada PDAM soe agar segera mencabut laporan polisi terhadap masyarakat Bonleu terkait penutupan sumber mata air tersebut.

“Saat ini saya atas nama Bupati TTS, meminta kepada Direktur PDAM Soe agar segera mencabut laporan polisi terhadap masyarakat desa Bonle’u,” perintah Armi Konay.

Jhoni Army Konay, juga menjelaskan bahwa, seharusnya persoalan ini tidak perlu dibawah ke ranah hukum dan apalagi yang dilaporkan adalah masyarakat TTS. Kalau masyarakat kita sendiri di polisi, maka mereka harus mengadu kemana dan siapa yang harus melindungi mereka, kalau bukan kita yang harus melindungi mereka.

“Tolong segera cabut laporan polisinya dan kita sama-sama turun dan bertemu langsung dengan masyarakat bonle’u untuk komunikasikan baik-baik secara bapak dan anak”, pungkas Army.


Reporter: YOR T


Komentar