Beranda Hukum & Kriminal Wakil Walikota Kupang Buka Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial 2020

Wakil Walikota Kupang Buka Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial 2020

157
0

KUPANG, FLOBAMORA-NEWS.COM – Rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Kupang tahun 2020, digelar oleh Pemerintah Kota melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol dengan tema: “Pemantapan Koordinasi dan Sinergis Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Mewujudkan Stabilitas Politik dan Keamanan Di Masa Pendemi Covid-19″. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Garuda Kantor Walikota Kupang pada, Selasa (15/12/2020).

Narasumber yang hadir pada kesempatan ini, Wakapolres Kupang Kota, Kompol Didik Kurnianto, S.H., S.I.K., Kasdim 1604 Kupang, Letkol. Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Si., M.Tr.Hanla, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kupang, A. M. Blegur, S.H., para pimpinan perangkat daerah dan tim terpadu penanganan konflik sosial serta unsur awak media.

Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial pada masa pandemi covid-19 di Kota Kupang yang dinilainya kondusif.

“Sampai dengan detik ini kita merasa aman dan nyaman. Ini yang paling penting dan saya yakin dengan kerja keras bapak ibu maka situasi ini kita nikmati di Kota Kupang,” ujarnya.

“Dinamika kehidupan sosial akhir-akhir ini menunjukan gejala mengkhawatirkan karena dapat memicu terjadinya konflik sosial yang dapat berakibat terganggunya stabilitas nasional. Adanya kelompok fundamentalis yang tidak mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara, kebebasan menyampaikan pendapat di media sosial untuk aktifitas provokasi, agitasi, propaganda negatif dan penyebaran berita hoax yang mendukung perilaku intoleransi dan sikap anti kebinekaan. Konflik sosial pasca pilpres 2019 mengkotak-kotakkan masyarakat sesuai latar belakang ekonomi, sosial budaya, batas wilayah, sumber daya alam dan isu SARA.

“Potensi konflik sudah kita kenal sejak dahulu berupa ancaman, gangguan, tantangan. Sekarang ini ada istilah radikalisme dan politik identitas yang membuat orang merasa takut. Semua bahasa-bahasa yang membuat orang takut, jadi tidak nyaman, ada hoax yang menyebarluaskan fitnah dan berita-berita bohong yang meresahkan,” katanya.

Terkait mekanisme berkoordinasi di lapangan Wakil Walikota Kupang menyampaikan rasa syukur atas situasi dan kinerja tim terpadu saat ini

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada kita semua. Secara keseluruhan saya kira pemberitaan di media nasional juga di media online seperti apa yang terjadi di DKI Jakarta dampaknya juga terjadi sampai ke sini. Mungkin tidak langsung, tapi mungkin tanda-tandanya ada. Situasinya seperti apa, di Kota Kupang ini, nanti para nara sumber bisa menyampaikan kepada kita” ungkapnya.

 

 


Reporter: Ricky Anyan


Komentar