Beranda Hukum & Kriminal Warga Adukan Dirinya Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Goloworok Angkat Bicara

Warga Adukan Dirinya Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Goloworok Angkat Bicara

575
0

RUTENG.Flobamora-news.com – Mantan Kepala Desa  (Kades) Goloworok ,Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Darius Syukur, sapaan frans -mulai angkat bicara terkait dengan dugaan dirinya korupsi Dana Desa dari tahun (2014-2019) yang dilaporkan oleh warganya ke Kejaksaan Ruteng.

Frans mengaku siapa saja warganya yang mau melaporkan dirinya itu urusan mereka, yang terpenting laporannya sesuai dengan fakta atau keadaan yang ada. Walaupun begitu, menurut frans, laporan itu tentu saja tergantung pada temuan pihak yang berwajib. supaya bisa menentukan laporan ini benar atau salah.

Menurutnya, bahwa pekerjaan pada tahun 2015-2016 sudah diaudit oleh inspektorat,

“Saya siap mengikuti proses hukum, kapan pun pihak berwajib menyerahkannya untuk mempertanggungjawabkan laporan warga Desa Goloworok”, ujanya.

Ia juga membantah tudingan warganya yang mengatakan bahwa ia telah korupsi uang sebesar Satu miliar lebih,” kata frans.

Terkait tidak melakukan musyawarah desa (musdes), musyawarah dusun (musdus), juga menurut frans itu tidak benar sama sekali.

Ia mengaku setiap tahun selalu melakukan musyawarah desa, musyawarah dusun dan surat berita acaranya ada, dan setelah itu akan dibawakan ke Musrenbangdes.
Setelah itu baru kami melakukan penetapan kegiatan. Kemudian, saya rasa selama ini tidak pernah ada yang mangkrak. Setiap tahun itu pekerjaan selalu dijalankan dengan baik.

Ansi juga merespon tudingan kepemilikan vila dan tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Saya mau tanya kira-kira yang mana? Boleh cek di Manggarai Barat itu dari ujung ke ujung atau di Pemerintah Manggarai Barat, kira-kira vila saya itu di mana? Jangankan vila, rumah pribadi saja saya tidak punya di labuan” ujarnya.

“Kemudian terkait tanah di Labuan Bajo, ia mengaku tidak pernah beli tanah di labuan bajo”.

Saya memang memiliki satu bidang tanah. Namun itu merupakan tanah yang diberikan oleh pemerintah seluas 10×100 m².”kata frans”

Kata frans,tanah yang dimilikinya merupakan salah satu dari 200 Kepala Keluarga (KK) yang transmigrasi ke Labuan Bajo pada tahun 1997 lalu.

“Saya mendapat bagian dari pemerintah tahun 1997, saya kan pernah tinggal di bawah (Labuan Bajo) dulu. Sehingga saya mempunyai hak untuk mendapat tanah dulu,” katanya.

“Itu saja saya punya tanah di Labuan Bajo. Kalau mereka bilang saya punya tanah di Labuan Bajo coba cek di pertanahan atau di mana saja di Labuan Bajo, silakan”, katanya.

Terkait mobil dan sound systim yang juga dilaporkan warga, frans menjelaskan bahwa mobil dan sound systim itu dibeli pada tahun 2014, hasil kerja sya dulu dilabuan bajo.

 


Reporter: Dion Damba


Komentar