Beranda Hukum & Kriminal Warga Tuntut Kapolsek dan Camat Titihena Flotim Dicopot

Warga Tuntut Kapolsek dan Camat Titihena Flotim Dicopot

345
0

LARANTUKA, Flobamora–news.com – Bangunan Kantor Polisi Sektor (Polsek) dan Enam rumah dinas hingga saat ini dibiarkan dan terkesan mubazir. Pasalnya tanah tempat bangunan tersebut berdiri adalah hibah dari warga Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur. Warga merasa dibohongi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Kami merasa dibohongi karena sejak diresmikan sampai sekarang tidak ada personil polisi yang tinggal. Padahal, mengingat untuk pelayanan publik, warga memberi tanahnya dengan cuma-cuma, tetapi sekarang gedung ini seperti gedung hantu, tidak berpenghuni,” ujar tokoh pemuda Watowara, Konradus Sang Angin kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Dirinya meminta Kapolres Flotim segera mencopot Kapolsek Titehena karena dianggap melalaikan tugas dan tanggungjawab.

Selain meminta Kapolsek Titehena dicopot, ia juga meminta Bupati Flotim mencopot Camat Titehena yang dinilai gagal melakukan tugas koordinasi penyelenggaraan dan ketertiban umum.

“Melihat regulasi yang mengatur tugas dan fungsi Camat berdasarkan PP No 19 tahun 2008 pasal 15 tentang kecamatan, dan PP No 41 tahun 2007 dan pasal 17 PP No 19 tahun 2008 tentang tugas umum pemerintahan seorang camat, kami menilai camat Titehena kurang mampu menjalankan fungsi dan tugas koordinasi. Disini ada miskomunikasi. Kantor Polsek kosong dan jalan masih rusak parah, sebaiknya, bupati copot saja camatnya,” tegasnya.

Ia juga menuntut Bupati Fotim, Anton Hadjon segera menindaklanjuti kesepakatan pada 10 November 2019 lalu saat berdialog bersama kaum muda dan warga Watowara. Dalam dialog itu, kata dia, bupati Flotim berjanji segera memperbaiki kondisi jalan dalam kota kecamatan yang rusak parah.

“Agar janji itu tidak hanya sebatas janji manis dan bisa dikatakan modus politik, maka bupati harus segera merealisasikan kesepakatan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Flotim, AKBP Denny Abraham mengaku sudah mencopot Kapolsek Titehena.

“Kapolsek yang lama jarang ditempat sehingga saya sudah ganti,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Menurut dia, saat ini kantor Polsek itu sudah mulai ditempati Kapolsek baru dan sudah ada aktifitas anggota polisi.

“Bukan mubasir. Gedung baru sudah mulai ditempati oleh Kapolsek yang baru. Untuk sementara, polsek lama juga ada personil yang jaga, karena masyarakat masih melapor di Polsek lama yang berada dipinggir jalan utama, sehingga kita mulai sosialisasi agar warga tahu,” jelasnya.

“Di lokasi baru, baru dibangun asrama, kantor Polsek belum dibangun, jadi sementara kantor Polsek masih yang lama, tetapi Kapolsek sudah ada aktifitas di lokasi baru,” tandasnya.


Reporter: Dian


Komentar