Beranda Kesehatan YTB Gelar Pelatihan Perawat di 23 PKM Guna Menekan Anggka Kebutaan di...

YTB Gelar Pelatihan Perawat di 23 PKM Guna Menekan Anggka Kebutaan di TTS

458
0

SOE, Flobamora-news.com – Upaya penanggulangan gangguan penglihatan akibat katarak dengan adanya peningkatan jumlah, kwalitas, dan cakupan deteksi dini dan operasi katarak secara cepat dan optimal. Upaya tersebut cakupan rujukan dan operasi katarak secara cepat dan optimal mulai dari tingkat masyarakat, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Untuk mewujudkan upaya tersebut, salah satu program dalam hal Akses Layanan Kesehatan (Service Delivery) menargetkan adanya identifikasi gangguan penglihatan terutama akibat katarak di puskesmas. Kondisi yang diharapkan adalah bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas (dokter dan perawat) serta kader kesehatan di Posbindu mempunyai kapasitas mendeteksi katarak dan merujuk ke Rumah Sakit di Kabupaten/Kota untuk dilakukan operasi.
Sejalan dengan program pemerintah dalam mengatasi persoalan gangguan penglihatan di atas maka Yayasan Tanpa Batas (YTB) bekerjasama dengan CBM Indonesia merancang sebuah program untuk mengatasi persoalan-persoalan gangguan kebutaan di NTT.

YTB adalah salah satu lembaga local yang bergerak diisu kesehatan di NTT sejak tahun 2001 sedangkan CBM adalah sebuah organisasi pembangunan internasional yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan disabilitas atau yang memiliki risiko disabilitas yang hidup dalam kemiskinan.
Program ini dirancang untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi angka gangguan penglihatan dan kebutaan, khususnya yang disebabkan katarak, melalui penguatan system layanan Kesehatan mata. Langkah awal yang dilakukan dalam program I-SEE ini adalah melakukan penguatan kapasitas bagi tenaga medis Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) yaitu bagi Perawat.

Tujuan dilaksanakannya Pelatihan 4 hari Bagi Perawat di Puskesmas ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Peserta dapat tentang Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan, penyakit-penyakit mata yang umum di masyarakat dan secara khusus tentang katarak, memahami apa yang perlu dilakukan perawat puskesmas sebagai Perawat Mata Masyarakat, informasi yang benar kepada masyarakat tentang katarak dan penyakit mata lainnya serta bagaimana menjaga Kesehatan mata, dan yang paling penting adalah memberikan pelatihan kepada kader cara melakukan pemeriksaan mata dengan metode hitung jari.

Direktur Yayasan Tanpa Batas, (YTB) Deni Sailana dalam sambutannya mengatakan bahwa, yang diharapkan agar peserta dapat memahami tentang Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan, dan Memahami penyakit-penyakit mata yang umum di masyarakat dan secara khusus, tentang katarak.

Memahami apa yang perlu dilakukan perawat puskesmas sebagai Perawat Mata Masyarakat
Peserta bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang katarak dan penyakit mat alainnya serta bagaimana menjaga Kesehatan mata.

Peserta mampu memberikan pelatihan kepada kader cara melakukan pemeriksaan mata dengan metode hitung jari. Lanjut Deni Sailana yang selaku pimpinan Direktur Yayasan tanpa batas menghimbau agar penanganan kebutaan diwilayah kabupaten TTS harus bersinergi dengan semua elemen masyarakat serta ada kerja sama dari semua lintas sektor agar bisa menekan angka kebutaan di kabupaten atau wilayah di seluruh kab TTS. Jelas Deni

Kepala dinas Kesehatan kabupaten TTS, dr. EIrene Ate dalam sambutannya mengatakan bahwa, Terima kasih kepada semua pengelola kesehatan mata yg sudah berjuang untuk melakukan pelayanan di masyarakat dengan tujuan untuk mengurangi gangguan penglihatan diseluruh wilayah kabupaten Timor tengah Selatan. kami berharap agar para perawat dapat melakukan screaning dan rujukan dari Masyarakat sehingga kita dapat menekan angka kebutaan di wilayah TTS .

“Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan menekankan agar para peserta yang hadir dalam pelatihan Perawat harus optimal. dan kali ini yang hadir 23 PKM yakni PKM fatumnasi, fatumnutu, salbait, Lilana, batuputih, panite Kolbano, Hoebeti, Nunkolo, Oinlasi, Noebana, manufui,Boking,lotas, hauhasi, ayotupas, oeekam, Noemuke, kuanfatu”, pungkas Ate.



    Reporter: YOR T


    Komentar