“Kami pakai pakai peralatan seadanya, tadi sebelum mesin datang kami siapkan mesin isap, antisipasi sebelum bantuan datang” ujar Frumentius.
Seolah tak menghiraukan kepulan asap, mereka berjibaku berusaha menahan api yang merengsek mendekati beberapa gedung di sisi timur mulai dari ruang jenazah, ruang loundry, ruang gizi dan instalasi rawat inap.
Sesekali Frumentius tampak mengusap matanya yang kelilipen akibat asap dan debu. Meski keringat membasahi tubuh, semangat pria asal Mauponggo tak pupus sebelum api benar-benar padam dan kompleks rumah sakit aman. Kendati sama sekali belum pernah mengikuti pelatihan khusus K3 akan tetapi gerakannya bak petugas Damkar profesional yang mengantongi Sertifikat Tipe A di mana susah pernah mendapatkan materi investigasi kebakaran, perencanaan sistem proteksi dan tangung jawab teknis.
Diselimuti asap pekat atas bawah komando Agustinus sejumlah petugas pemadam kebakaran tampak berjibaku. Wajah mereka basah oleh keringat, mata memerah terkena paparan asap, namun langkah tetap mantap menuju titik api. Dia bahkan tidak menghiraukan kotoran yang menempel di sekujur tubuh. Kesigapannya dalam merespon situasi bencana patut diapresiasi. Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo ini hanya butuh waktu 5 menit dari rumah untuk menuju titik lokasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
