Apresiasi serupa disampaikan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kupang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kehidupan bergereja dan pembangunan rumah ibadah, sehingga hubungan harmonis antara gereja dan pemerintah semakin kokoh.
Ia menegaskan bahwa sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan sejahtera.
Pdt. Samuel juga mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam iman melalui kehidupan yang dipenuhi kasih, persatuan, dan semangat melayani. Baginya, gereja tidak sekadar menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter umat agar mampu menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat luas.
Peletakan batu pertama Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno pun menjadi simbol dimulainya perjalanan baru bagi jemaat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, momen tersebut menegaskan bahwa rumah ibadah dapat berdiri kokoh apabila dibangun di atas fondasi iman, kebersamaan, dan kemitraan yang kuat antara gereja, masyarakat, serta pemerintah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
