“Kami berdua, baru di Pemerintah Daerah Nagekeo, tetapi bukan baru dalam mengurus pemerintahan. Kami hadir sebagai pemimpin daerah ini untuk 5 tahun ke depan dalam kapasitas sebagai bapak. Kita sebagai sebuah keluarga, keluarga besar Pemerintah Kabupaten Nagekeo” tambahnya.
Dia menjelaskan, sebagai satu komunitas keluarga besar Pemerintah Nagekeo kita dituntut punya rasa senasib, sepenanggungan; satu yang dicubit semua merasakan sakitnya. Satu yang dilecehkan atas nama pemerintah Nagekeo semuanya merasa malu dan semua bangkit menyikapi secara terukur.
“Sebagai keluarga besar Pemerintah Nagekeo kita sendiri secara internal dituntut untuk menyatu, menyatu dalam pikiran dan niat, menyatu dalam perilaku dan perbuatan” tegasnya.
Di hadapan seluruh ASN mantan Hakim 40 tahun itu mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada sebagian kecil ASN yang belum bisa menerima hasil Pilkada, masih ada sebagian kecil ASN yang masih menyesali atas pilihan rakyat Nagekeo.
Kata Dia masih ada sebagian kecil ASN yang belum percaya atas pilihan rakyat Nagekeo yang memilih saya dengan Pak Gonzalo dan masih ada sebagian kecil ASN masih meragukan kami pengalaman dalam birokrasi pemerintah umum dan lemah dalam mengambil keputusan, disertai dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal, pengetahuan yang dangkal, menyesatkan, dan tidak mendidik sehingga menjadi kontraproduktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
