Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Cinta Terhadap Lingkungan, OSIS SMA Kristen Kesetnana Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Reporter : Lia Editor: Redaksi
IMG 20240320 104305

Foto: ketua OSIS SMA Kristen Kesetnana Helda Sorongan

TTS, Flobamora-News.com – Menyikapi perubahan iklim, Perangkat Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Kristen Kesetnana gelar sosialisasi terkait dengan pengelolaan sampah organik maupun anorganik di lingkungan sekolah. Kegiatan yang diinisiasi oleh Youth Advisory Panel (YAP) dan juga Perangkat OSIS SMA Kristen Kesetnana tersebut didukung oleh PLAN Indonesia yang berlangsung di sekolah setempat pada Jumat, 15 Maret 2024.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Climate Change Spesialist PLAN Indonesia, Fredrika Rambu, kepada media ini menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut terlaksana karena inisiatif dari teman-teman di YAP Youth Advisory Panel (YAP) dan juga perangkat Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Kristen Kesetnana.

Baca Juga :  Kisah Guru PAUD Pria di Nagekeo! Mengabdi 20 Tahun, Rela Digaji 300 Ribu Per Bulan

“Kegiatan ini terlaksana karena sebelumnya teman-teman Dewan Penasihat Remaja atau Youth Advisory Panel (YAP) mengikuti training adaptasi perubahan iklim yang mana kami mengenalkan apa itu perubahan iklim sekaligus mengajak mereka untuk melihat apa saja kerusakan lingkungan yang ada di sekitar mereka, maka isu sampah menjadi sorotan tersendiri.”

“Seusai mengikuti kegiatan tersebut maka teman-teman YAP yang telah bekerja sama dengan OSIS SMA Kristen Kesetnana berinisiatif untuk melakukan sosialisasi sampah di sekolah dan juga membuat tempat sampah yang ramah lingkungan di sekolah, karena itu kegiatan ini juga didukung oleh PLAN Indonesia.” Pungkas Rambu

Baca Juga :  Danrem 161/Wira Sakti Adakan Silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Kupang

Rambu juga menjelaskan bahwa materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut yaitu terkait bagaimana memilih dan memilah sampah, dan juga bagaimana mendaur ulang sampah di lingkungan sekolah, sekaligus juga mengajak semua peserta untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah.