Crossway Ambruk Diterjang Banjir, Akses Jalan Lumpuh, Warga Mauponggo Butuh Jembatan

Reporter : Sevrin Editor: Redaksi
1704889836348
Anggota DPRD Nagekeo Patris Bhoko bersama Kepala Desa Wuliwalo dan Tokoh masyarakat saat meninjau Crossway yang jebol, Photo dok: FlobamoraNews

Bangunan crossway kata Martinus tidak mempan menahan terjangan banjir kali Siu Toyo yang memiliki debit air cukup besar ketika terjadi banjir. “Tidak bisa, dia kalau banjir air sampai meluap, pak lihat saja sendiri ini crossway saja jebol” bebernya.

Martinus mengungkapkan bahwa selama ini jika warga Desa Wuliwalo ingin ke Wolokisa dan Bela misalnya, harus memutar arah melewati Maukeli dengan jarak tempuh belasan kilometer, begitupun sebaliknya. Padahal jarak antara Desa Wolokisa dan Wuliwalo hanya beberapa kilometer saja.

DPRD Hanya Janji Tanpa Realisasi

Kehadiran jembatan penghubung kata Martinus sudah lama dirindukan masyarakat setempat bahkan jauh sebelum Crossway dibangun dan ruas jalan Funga-Watusaju ditingkatkan.

Menanggapi keluhan masyarakat pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo sempat meninjau lokasi dan menjanjikan akan mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan, akan tetapi sampai hari ini tak kunjung terealisasi.

“Kami ini terus terang pak, dalam kunjungan reses pimpinan DPRD bersama anggota, Pak Sely pernah bilang kalau yang kecil-kecil itu usulan Patris (Patris Bhoko red-), Pak Adi (Adrianus Watu red-) mereka, kalau saya datang berarti yang besar termasuk jembatan ini, tapi sampai hari ini tidak pernah terjadi” ungkap Dia.



Exit mobile version