Desa Tniumanu Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Tomat Produktif, Kades Ajak Pemuda Jangan Rantau

IMG 20251026 WA0049

 

Ia mengungkapkan bahwa penyertaan modal ke Kelompok Tani Aperta dari APBDes tahun 2024 sebesar 50 juta rupiah.

 

“Awalnya saya iseng saja. Tetapi berawal dari hobi di dunia pertanian, saya mengolah lahan kebun desa yang sebelumnya ditanami pisang. Atas dukungan Sebastian Momo, PPL yang berpengalaman dan profesional, kami mulai survei lahan dan sumber mata air pada bulan Oktober 2024,” ujarnya kepada wartawan di Kebun Aperta.

 

Kemudian, lanjut Rey Pereira, rencana itu diundur ke Desember 2024 setelah musim hujan tiba.

 

Ia menjelaskan bahwa kebun hortikultura yang diberi nama Kelompok Tani Aperta ini berawal dari 8 ribu pohon tomat dan 4 ribu cabai rawit. Setelah berproses selama 3 bulan, akhirnya hasilnya mulai terlihat.

 

“Saya sempat bingung soal pemasaran. Suatu malam saya merenung, jika tidak ada pembeli, saya akan perintahkan kepala dusun, kaur, dan kepala seksi untuk membagikan hasil panen kepada seluruh masyarakat,” kisah Kades Rey Pereira.

“Berkat publikasi media online, akhirnya ada yang menghubungi kami untuk membeli hasil kebun hortikultura Desa Tniumanu. Puji Tuhan, dari hasil panen musim pertama, kami meraup 90 juta rupiah. Kemudian, kami mengembalikan modal awal dan sisanya dibagikan kepada 5 orang pekerja di Kelompok Tani Aperta, masing-masing 8 juta rupiah,” sambung Kades Rey Pereira.



Exit mobile version