Relawan diperlukan untuk mendata jumlah korban bencana, mencatat kebutuhan mendesak di lapangan, serta membantu di dapur umum yang saat ini beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.
Menanggapi hal tersebut, Politeknik St. Wilhelmus menyatakan komitmennya untuk mengirimkan beberapa mahasiswa dan dosen sebagai tim relawan mulai besok. Para relawan akan bergabung dengan tim dari BPBD dan pemerintah kecamatan untuk membantu proses pendataan dan distribusi logistik agar lebih tepat sasaran.
Dengan keterlibatan ini, diharapkan mahasiswa dapat belajar langsung tentang manajemen bencana, kerja sama lintas sektor, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Inilah kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara nyata bagaimana ilmu, solidaritas, dan empati berjalan berdampingan. Semoga langkah kecil ini bisa membawa dampak besar bagi pemulihan masyarakat Mauponggo,” tambah salah satu dosen pendamping
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
