Pasarkan Garam, Kadin NTT Diberi Apresiasi Pemkab Sabu Raijua

Kontributor: LIAEditor: Redaksi
FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com – Ratusan Ton Garam di berangkatkan menggunakan Tol Laut sebanyak Tujuh Kontainer. Ini sesuatu hal yang special bagi Kabupaten Sabu Raijua karena menurut Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan Lagabus Pian bahwa sudah dalam waktu yang lama Garam Sabu tidak bisa dipasarkan ke Jawa dan Dua minggu kemudian akan ada lagi pengiriman ke Jawa (Pati Jawa Tengah).

Wakil Ketua Kadin NTT Bidang Investasi dan Maritim Yusak Benu mengatakan bahwa pada tahun 2016 kami sebagai Putra Daerah pernah membeli secara reguler garam Sabu tetapi karena kendala Infrastruktur dan Transportasi yang tidak bisa dikendalikan secara baik maka pembelian kami berhenti selama bertahun-tahun. Sudah Empat bulan ini saya kembali berkomunikasi intens dengan Bupati, Kadis Perindag, DPRD Sabu Raijua dan juga Pengusaha Muda Sabu yaitu teman-teman dari HIPMI untuk mencari solusi untuk hal ini.

“Memang solusi yang di dapatkan belum maksimal tetapi karena kami bisa menjalin kerja sama dengan Investor dan puji Tuhan bisa bersedia membuka PO 1.000 Ton maka sejak kemarin kami perdana membeli kembali Garam Sabu kemudian hari ini resmi di berangkatkan dari Sabu menuju Surabaya”, ujarnya.

Baca Juga :  Konsistensi Bank BJB Bersama SMSI Dalam Membangun Kemitraan

Garam dari Sabu yang terkenal dengan Garam Premium ini memang kita akan olah untuk di haluskan kemudian di pasarkan ke pasar Nasional. Ada rencana dari kami akan membuat Pabrik pengolahan dan gudang di Sabu atau di Kupang kedepannya. Sebenarnya investasinya tidak begitu besar dan saya mengajak teman-teman pengusaha NTT mari bergabung untuk kita mengelola SDA NTT yang terkenal kualitasnya di pasar Nasional. Jangan kita hanya menyuplai dan kemudian SDA kita di Branding dengan merek luar kemudian di pasarkan kembali ke NTT.

Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-news.Com Dengan Kadin NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kadin NTT. 
Tulisan ini berasal dari redaksi