Beranda Ekonomi Bisnis Kristal-Kristal Garam Mulai Terbentuk

Kristal-Kristal Garam Mulai Terbentuk

46
0

MALAKA, Flobamora-news.com –Untuk memenuhi kebutuhan garam industri PT Inti Daya Kencana telah melalukukan serangkaian kegiatan Tambak Garam di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya Pilot Project di Desa Rabasa Kecamatan Wewiku seluas 32 Hektar. Sesuai pantauan media Flobamora-news.com di lokasi tambak tampak kristal-kristal garam mulai muncul.

Foto: Pilot Project tambak garam di Desa Rabasa Malaka

Menurut General Manajer PT IDK Joannes Tarigan, kebutuhan garam nasional meningkat terus seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri.  Untuk itu dibutuhkan pengembangan teknologi, guna membantu petani garam dalam meningkatkan kuantitas produksi, serta kualitas produk garam lokal menjadi garam industri yang memiliki nilai tambah.

“Pembangunan pilot project garam industri di Desa Rabasa dengan luas 32 ha dengan kolam pengkristalan kapasitas Empat hektar di targetkan mampu memproduksi 100 – 150 ton/ha. Jadi 4 hektar bisa mencapai 400-600 ton per tahun, ini target kami, tetapi saat ini IDK masih dalam proses pembuatan meja garam. Semua proses langsung dioperasionalkan PT. Garam Inti Daya Kencana (IDK) untuk mengkaji keandalan dari aspek ekonomi, durability, termasuk pemeliharaannya,” papar Joannes di lokasi tambak.

Produk garam dalam negeri secara kuantitas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Sementara itu dari sisi kualitas, garam lokal belum memenuhi standar garam industri dikarenakan kandungan NaCl yang lebih rendah dan kadar impurities yang melebihi standard.

Data juga menyatakan bahwa Impor garam pada semester I tahun 2019 mencapai 1,2 juta ton setara dengan 40 persen dari total impor garam pada tahun ini sebanyak 2,7 juta ton. Pada saat ini garam konsumsi sekitar 2 juta ton per tahun sudah dapat dipenuhi dengan produksi dalam negeri, tetapi garam industri masih impor.

Foto: Tambak garam di Desa Rabasa Kab. Malaka

Joannes menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan pilot project garam industri terintegrasi di Desa Weoe 300 ha.

“Kami tengah mengkaji terap pilot project garam industri, yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan garam maupun bittern menjadi bahan baku obat, bahan farmasi, minuman isotonik, dan lainnya. Sehingga secara ekonomis pemanfaatan seluruh mineral garam akan lebih dapat dimanfaatkan secara optimal,” terangnya.

Joannes berharap agar dukungan kebijakan, serta sinergi antar pihak semakin solid. Hal ini penting agar produktivitas, dan kemandirian bangsa dalam hal pemenuhan kebutuhan garam dapat diwujudkan.


Reporter: Robert


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here