Beranda Ekonomi Bisnis Pemkot dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Saat HUT ke-23 Kota Kupang

Pemkot dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Saat HUT ke-23 Kota Kupang

297
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang ke-23 ditandai dengan adanya penandatanganan kerja sama antara Pemkot Kupang dan Bank NTT kesepakatan bersama (MoU) pengolahan sampah, Kamis (25/4/2019).

Penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) pengolahan sampah dilakukan Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore bersama Forkompinda Kota Kupang dan para mantan walikota dan wakil walikota Kupang, kemudian diarahkan menuju stan Bank NTT untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan mesin pengolahan sampah organic yang disiapkan bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho bersama tim Bank NTT kemudian menjelaskan tatacara penggunaan mesin pengolahan sampah serta manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan mesin ini. Untuk membuktikannya, mesin pengolahan sampah pun dihidupkan dan ditunjukan bagaimana mesin tersebut bekerja.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho menjelaskan, Bank NTT menggandeng pemerintah Kota Kupang untuk ikut menangani masalah sampah dengan menyiapkan mesin pengolahan sampah. Sehingga sampah-sampah plastic dan sampah organic lainnya bisa didaur ulang menjadi produk yang berguna.

Sampah plastik bisa didaur ulang menjadi tutup botol dan lainnya sementara sampah-sampah organic seperti kotoran dan daun-daunan bisa diolah menjadi pupuk. Sehingga member manfaat kepada masyarakat dan membuat sampah tidak menumpuk.

Menurut Alex Riwu Kaho,
tujuan pengadaan mesin pengolahan sampah ini, untuk merubah pola pikir masyarakat dalam berwirausaha dan melihat sesuatu sebagai potensi yang bisa mendatangkan keuntungan. Bank NTT sudah membina beberapa kelompok masyarakat untuk dapat menggunakan mesin pengolahan sampah tersebut seperti, pemuda Kaisarea, Karang Taruna Kelurahan Kolhua dan beberapa titik lainnya.

Selain mesin pengelola sampah pihak Bank NTT juga memperkenalkan kepada Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan semua yang hadir, penggunaan system pemasaran produk UMKM secara digital yang disiapkan bank NTT. Sebagai contohnya, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore membeli semangkok bakso secara online menggunakan fasilitas digital yang disiapkan Bank NTT tersebut.

Menurut Alex, dengan adanya mesin ini Bank NTT dapat menopang program optimalisasi penerimaan daerah yang terus digagas oleh berbagai pihak termasuk KPK. Untuk NTT kita memulai di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dan menyusul semua Kabupaten.

Dengan adanya alat ini sangat membantu sekali dalam percepatan peningkatan PAD. Setiap pembayaran transaksi pajak yang diterima oleh daerah akan langsung tercatat dalam sitem dan mengurangi biaya untuk pemungutan pajak. Jadi Digitalisasi yang sangat bermanfaat baik untuk penerimaan pajak Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Restoran,Hotel dan peluang terbesar di parkiran.

Dengan sistem parkiran online digital akan sangat memberikan kontribusi yang signifikan buat daerah.

“Alat yang kita siapkan sesuai dengan kebutuhan target pajak. Misalnya penyebaran wajib pajak Restoran/ rumah makan sesuai kebutuhan. Biayanya sangat murah jadi untuk wajib pajak bisa kita siapkan”. Ujar Alex

“Untuk tahap awal kita subsidi 10 unit sambil berjalan dan upayakan agar semua Kabupaten dapat menggunakan alat ini”. Jelas Alex

Sementara itu Jefry Riwu Kore, apa yang dilakukan bersama Bank NTT merupakan suatu terobosan dalam upaya mengurangi sampah plastik dan sampah organic lainnya. Sehingga predikat Kota Kupang sebagai kota terkotor bisa dihilangkan.

“Predikat Kota Kupang sebagai kota terkotor bukan karena banyak sampah yang berserakan, tetapi karena tingkat daur ulang sampah yang masih kurang.  Kita sama dengan kota lainnya. Bisa lihat sendiri, tidak ada sampah yang bersearakan di jalan-jalan”. Kata Wali Kota Kupang

KOMENTAR ANDA?

 

Komentar