Teknologi Tepat Guna-Budidaya Cacing, Sebagai Persiapan Hadirnya Agro Wisata

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com – PT Debi Agro Indonesia Bekerja sama dengan Pemkot Kupang, dalam hal Ini Tim Penggerak PKK Kota Kupang melaksanakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna berupa budidaya cacing kepada Warga Kota Kupang sebagai bentuk persiapan bakal hadirnya Agro Wisata di Wilayah Kecamatan Alak Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar di TPA Alak untuk lokasi agro wisata tersebut, namun masih harus dilakukan studi kelayakan untuk memastikan layak atau tidak Lokasi tersebut dapat digunakan sebagai lahan Agro Wisata.

Pelatihan Teknologi Tepat Guna berupa pelatihan budidaya cacing bermanfaat dalam mengatasi masalah sampah organik di Kota Kupang dilaksanakan di Hotel Maya, Senin/28 Mei 2018.

Baca Juga :  Pengadilan Agama Adakan MoU dengan LBH Surya NTT

Dewi Ambar Sari, SE, Presiden Direktur PT Debi Argo Indonesia yang berkedudukan di Jakarta, mengatakan bahwa sampah organik yang berkisar 60% bisa diurai dengan cacing tanpa menggunakan energi besar atau investasi.

Jelas Debi, “Masyarakat bisa diberdayakan untuk budidaya cacing dalam mengatasi masalah sampah organik dan hasilnya bisa dikaitkan dengan budidaya pakan ternak dan pakan lele. Pakan yang dihasilkan dengan budidaya cacing bisa menurunkan harga komoditas pakan ternak terutama pakan lele “.

“Jika Sebelumnya harga pakan Rp13.000-14.000 per kg bisa ditekan hingga Rp. 10.000- 11.000 per kg. Apabila tersedia komoditas berupa jagung di wilayah sendiri, harga pakan bisa ditekan hingga Rp. 9.000 per kg “, terang Dewi Ambar Sari.

Baca Juga :  Srikandi Hanura Rayakan HUT Ke-7, Bagi Takjil

Dengan demikian masalah sampah bisa teratasi, masyarakat bisa berusaha dan masalah pakan ternak terutama pakan lele teratasi. Selanjutnya ikan lele dapat diolah ke beberapa komoditas seperti kripik lele dan stick lele sebagai makanan Anak anak.

“Saya Ingin Masyarakat di Kota Kupang menjadi produktif “ tandas Dewi

Direncanakan diadakan miniatur Agro Wisata sehingga dari dalam maupun luar Kota Kupang dapat melihat mata rantai dari proses sampah menjadi produk yang dapat dipasarkan. Di lokasi agro wisata bakal ada ladang sayur, ternak sapi, ternak ayam petelur dan ternak lele.

Tulisan ini berasal dari redaksi