Teknologi Tepat Guna-Budidaya Cacing, Sebagai Persiapan Hadirnya Agro Wisata

Dewi Ambar Sari, SE, Presiden Direktur PT Debi Argo Indonesia yang berkedudukan di Jakarta, mengatakan bahwa sampah organik yang berkisar 60% bisa diurai dengan cacing tanpa menggunakan energi besar atau investasi.

Jelas Debi, “Masyarakat bisa diberdayakan untuk budidaya cacing dalam mengatasi masalah sampah organik dan hasilnya bisa dikaitkan dengan budidaya pakan ternak dan pakan lele. Pakan yang dihasilkan dengan budidaya cacing bisa menurunkan harga komoditas pakan ternak terutama pakan lele “.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Jika Sebelumnya harga pakan Rp13.000-14.000 per kg bisa ditekan hingga Rp. 10.000- 11.000 per kg. Apabila tersedia komoditas berupa jagung di wilayah sendiri, harga pakan bisa ditekan hingga Rp. 9.000 per kg “, terang Dewi Ambar Sari.

Baca Juga :  Bulan Januari 2019 NTT Alami Inflasi 0,23%

Dengan demikian masalah sampah bisa teratasi, masyarakat bisa berusaha dan masalah pakan ternak terutama pakan lele teratasi. Selanjutnya ikan lele dapat diolah ke beberapa komoditas seperti kripik lele dan stick lele sebagai makanan Anak anak.

“Saya Ingin Masyarakat di Kota Kupang menjadi produktif “ tandas Dewi

Direncanakan diadakan miniatur Agro Wisata sehingga dari dalam maupun luar Kota Kupang dapat melihat mata rantai dari proses sampah menjadi produk yang dapat dipasarkan. Di lokasi agro wisata bakal ada ladang sayur, ternak sapi, ternak ayam petelur dan ternak lele.