Ditemui di sela-sela acara, Bernadius Mere,AP,M.Si menyebut pentingnya penyelenggaraan turanamen ini, sebagai persiapan menuju PON.
“Orang harus tahu bahwa pembinaan itu berjenjang dan kompetisi harus berujung. Ujungnya itu minimal ada di ajang pra Pekan Olahraga Nasional, Oktober nanti. Karenanya, semua orang harus tahu, kalo ETMC itu adalah piala dunianya orang NTT,” begitu katanya mendukung pernyataan Bupati Malaka dalam acara penyambutan malam tadi di Haitimuk.
Sekretaris Asosiasi PSSI Kota Kupang itu setuju dengan statemen dr. Stef, pengurus bola haruslah orang yang gila (cinta) bola. Bagi tuan rumah ETMC 2021 nanti, Dinus mengharapkan kesuksesan yang lebih.
“Tuan rumah ETMC tahun berikutnya harus belajar dari suksesnya kesiapan Pemerintah Kabupaten Malaka ini. Sebagai tamu, kami diterima secara adat, dijemput dan dijamu dengan sangat baik,” tambahnya.
Panitia acara mendapatkan apresiasi dari para atlit, bahkan sejak acara gala dinner digelar malam sebelumnya. Panitia juga dinilai sukses menghadirkan dua klub baru dalam turnamen dua tahunan itu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
