Sementara itu, Kepala Desa Nunkurus, Karel Foes mengapresisi kehadiran perusahaan garam di Desa Nunkurus. Karena selama ini, masyarakat kurang terlalu paham dengan pengelolaan garam yang baik. Masyarakat hanya usaha garam secara tradisional untuk kebutuhan rumah tangga dan bukan untuk dijual.
“Ini sangat menolong dan membantu kami. Karena sebagian besar pekerjanya dari masyarakat dan menambah penghasilan masyarakat. Selama ini kami sangat awam dengan pengelolaan garam seperti ini. Ketika dengar tambak garam dan ada program tentang tambak garam, kami rasakan ini berkat Tuhan lewat pemerintah untuk kesejahteraan masayarakat,” kata Karel.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur bersama rombongan melihat langsung hasil panenan garam. Juga memantau tambak-tambak garam yang masih dalam pengerjaan ataupun yang sudah jadi.
Dalam perjalanan ke Nunkurus, Gubernur sempat singgah di lahan peternakan sapi PT BumBumi Tirta Oesao Kecamatan Kupang Timur. Gubernur berencana untuk mengembangkan sapi Wagyu dari Jepang di lahan milik Perusahaan tersebut. (MD+Humas NTT)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
