Siswi Salah Satu SMK di TTS Diduga Diancam dan Diperkosa Pria Beristeri Hingga Hamil Lima Bulan

Kontributor: YOR TEFAEditor: Redaksi
FlobamoraNews

SOE, Flobamora-news.com – Bunga (15) (bukan nama sebenarnya) siswi salah satu SMK di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi korban kasus pencabulan hingga dugaan pemerkosaan oleh oknum berinisial MT. Pasalnya kasus tersebut terjadi pada Bulan Oktober 2021 silam hingga bulan Pebruari 2022 yang telah mengakibatkan korban hamil Lima bulan.

Korban saat ini masih duduk di kelas 10 SMK sedangkan pelaku MT dikabarkan sudah beristeri.

Menurut Bunga bahwa peristiwa tersebut berawal saat malam sekitar bulan Oktober silam dimana pelaku masuk ke dalam rumah dan langsung memeluk dan mengancam, kemudian membawanya kedalam kamar lalu melampiaskan hawa napsunya.

Baca Juga :  Ketua NU Cabang Selong Lombok Timur Menolak People Power

“Saya tidak pacaran dengan dia pak”, tegas Bunga saat ditanya wartawan flobamora-news.com.

Perbuatan pelaku terus menerus hingga bulan Pebruari 2022. Akibatnya saat ini korban mengandung sudah lima bulan.

Kronologis Kejadian.

Kejadian berawal saat korban masih duduk dibangku kelas 3 SMP. Pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan intim tetapi ditolak. Karena tidak meladeni permintaannya pelaku terus berupaya dengan berbagai cara mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami isteri. Peristiwa pemerkosaan bermula dimana kedua kakak korban sedang minum kopi sambil merokok tiba-tiba pelaku datang dan minum kopi bersama. Pelaku diajak ke pantai ambil ikan untuk dijual. Berselang 20 menit pelaku MT kembali ke rumah dan panggil nama korban sampaiTiga kali. Korbanpun bangun dan buka pintu lalu bertanya kenapa kembali ke rumah “kakak dong ada di mana”. Pelaku masuk ke dalam rumah lalu memeluk korban dan mengajak korban tidur bersama. Korban berontak dan berteriak, tetapi diancam mau dipukul akhirnya korbanpun diam. Karena takut, pelaku dengan leluasa bawa korban ke kamar lalu melampiaskan hawa napsunya. Setelah puas melakukan perbuatan bejatnya pelaku mengancam korban katanya” kalau berani lapor kakak dan mama nanti beta pukul dan tabrak dengan motor”. Mendapat ancaman tersebut korban takut dan tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tua dan kakaknya.

Tulisan ini berasal dari redaksi