Beranda Hukum & Kriminal Aksi Bejat Sopir Angkot Sekap dan Perkosa Siswi Kelas 6 SD

Aksi Bejat Sopir Angkot Sekap dan Perkosa Siswi Kelas 6 SD

408
0

KUPANG,Flobamora– news.com. Naas menimpa seorang siswi kelas 6 salah satu Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Kota Kupang, berinisial, YN (12). Ia disekap seorang sopir angkutan kota (Angkot) Eminem jurusan Kupang-Tofa bernama Marten Alfi. Bukan saja disekap, bocah itu malah diperkosa sopir bejat

YN  mengungkapkan, pada Rabu, 29 Januari 2019, ia berangkat ke rumah temannya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah. Awalanya, ia sudah berjanjian dengan teman sekelas di sekolahnya agar berangkat bersama, namun temannya itu tiba-tiba membatalakannya.

Ia kemudian sendirian menumpang angkot yang dikendarai Marten Alfi. Bukan menurunkannya di tempat tujuan, Marten malah mengajak YN berputar dengan angkot hingga pukul 22.00 malam.

Karena takut, YN kemudian meminta Marten mengantarkannnya pulang ke rumah. Namun, marten malah berniat jahat. Ia membawa YN ke kosnya di wilayah Labat.

Sesampainya di dalam kamar kos, YN terus memohon agar diantarkannya pulang ke rumahnya. Namun, Marten malah mengunci pintu kamar kos, dan memaksa bocah lugu itu berhubungan intim. Ia bahkan memperkosa YN sebanyak tiga kali di malam itu.

“Sehabis makan dia paksa saya melakukan itu, kemudian tengah malamnya lagi, dan saat pagi,” ungkap YN kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).

Keesokan paginya, YN kemudian meminta agar diantarkannya pulang ke rumah. Namun, Marten berjanji akan mengantarnya setelah berputar mencari penumpang.

Dicari Keluarga

Semalam tak pulang ke rumah, membuat keluarga YN panik dan melakukan pencarian.

Kamis, 31 Januari 2019, sekitar pukul 10.00 wita, YN akhirnya ditemukan di dalam angkot yang dikendarai Marten saat melintas di jalan Soeharto, tepatnya di depan pasar kasih Naikoten Kupang.


Ibu YN, FN mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa putrinya.

“Saya sedih, anaku sekecil ini, terpaksa menanggung derita seberat ini,” ujarnya.

Ketua RT. 33/RW.08 Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Tertius Lutu, mengungkapkan saat melihat YN berada diangkot, ia bersama warga langsung menghentikan kendaraan tersebut.

Ia kemudian mencabut kunci mobil dan menghubungi pihak kepolisian.

“Kami tahan sopirnya dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang Kota,” katanya.

Sementara pelaku pemerkosaan, Marten Alfi membantah menyekap korban. Ia malah mengaku  mengajak YN pulang ke rumah, namun korban menolak dengan alasan takut dengan orang tuanya.

“Saya tidak tahu kalau dia masih SD, saya kira dia sudah SMA,” ujarnya.

Saat ini Marten masih diperiksa intensif di Polres Kupang Kota. ( Dian Timor)

Komentar