Wartawan Indonesia Hadiri Peringati 44 Tahun Tragedi Balibo Five di Timor Leste

FlobamoraNews

TIMOR LESTE, Flobamora-News.com – Pringati 44 Tahun tragedi Balibo Five, Rabu (16/10/19), sebanyak 5 wartawan asal Indonesia yang bertugas di Kabupaten Malaka – NTT hadir di Balibo – Timor Leste.

Kehadiran lima wartawan asal Malaka-NTT itu diundang secara resmi oleh Ketua Dewan Pers Timor Leste guna turut hadir dalam acara memperingati peristiwa tewasnya lima wartawan asing di Balibo, Timor Leste, pada 16 Oktober 1975. Kejadian ini dikenal sebagai tragedi Balibo Five.

Kelima wartawan yang diduga dibunuh oleh pasukan bersenjata itu adalah Greg Shackleton (29) dan Tony Stewart (21) dari Australia, Gary Cunningham (27) dari Selandia Baru, Brian Peters (24) dan Malcolm Rennie (29) dari Inggris.

Baca Juga :  Ajax Lolos ke-8 Besar Liga Champions

Peringatan ke 44 yang dipusatkan di Balibo tersebut diikuti oleh seluruh wartawan di Timor Leste, sejumlah wartawan dari Australia.

Wartawan Indonesia yang hadir di Timor Leste pada acara 44 tahun tragedi Balibo Five tersebut diantaranya, wartawan SERGAP Biro Kabupaten Malaka, (Seldi Berek). Wartawan MEREDEKAPOST Biro NTT-Malaka, (Novri Laka dan Ana Maria). Wartawan TIMORLIAN (Jolly Mali). Wartawan FLOBAMORA-NEWS.COM ( Herrt Metak)

Pada sesi acara diskusi publik (15/10/2019) malam, bersama sekretaris Negara Komunikasi Sosial dan Ketua Dewan Pers Timor Leste, serta semua wartawan yang hadir. Wartawan asal Malaka – Indonesia diminta menyampaikan pesan singat kepada semua wartawan yang hadir pada diskusi publik Balibo Five, tetang fenomone kekerasan terhadap wartawan yang sering terjadi, yang diwakil oleh wartawan SERGAP (Seldy Berek)

Baca Juga :  Kodim 1604/Kupang gelar Bintal Fungsi Komando

Selain hadiri misa peringati arwah lima wartawan yang tewas pada tragedi 44 tahun silam itu, lima wartawan asal Malaka-Indonesia itu juga turut hadir dalam sesi acara bakar lilin, para wartawan juga menabur bunga di sebuah rumah tua, tempat Greg Shackleton cs dieksekusi mati pada tanggal 16 Oktober 1975.

Tulisan ini berasal dari redaksi