IMMALA: Pemda Malaka Segera Selesaikan Masalah Gaji Guru Honorer

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com –Guru bekerja untuk mendidik (how to teach, how to educate), dimana dalam mendidik dibutuhkan sentuhan-sentuhan afeksi yang tidak tergantikan oleh alat informasi dan teknologi. Disitulah peran penting para guru. Pemerintah malaka harus perioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagai program kerja, dan guru harus menjadi skala prioritas dalam ide dan narasi besar pembangunan SDM. Disamping itu kesejahteraan guru honerer harus diperhatikan oleh Pemda setempat.

Hal ini dikatakan ketua umum IMMALA Kupang Marius Bisik Luan, melalui pesan whatshapp, (12/12/2019).

Barius, meminta pemerintah harus membuat suatu program untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.Terutama dalam hal kesejahteraan guru honorer yang sampai saat ini belum terpenuhi.

Baca Juga :  Terkait Kejadian Pemukulan Pada Pembukaan Soeratin Cup 2019, Pelatih PS Malaka: Bukan Saya!

“Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru, pemerintah harus membuat suatu program,” dan kami menekankan kepada pemerintah untuk wajib memberikan jaminan hidup yang layak bagi para guru”, ujar Barius.

Lebih lanjut Barius mengatakan, Pemda Malaka khususnya Kepala Dinas PKPO, perlu memikirkan program yang Out Of The Box, untuk mengakselerasi kualitas dan kapasitas guru dan memberikan jaminan fasilitas kerja yang layak untuk para guru, jaminan hidup yang layak untuk guru bekerja full time dalam mendidik siswanya.

“Permasalahan guru honorer yang saat ini dihadapi adalah masalah gaji yang sedikit dan lama durasi untuk mencairkannya, seperti jeritan guru honorer di SDN Oevetnai karena tidak digaji selama 3 tahun. Jika persoalan ini dibiarkan makin lama maka akan merugikan guru honorer seperti yang di alami saat ini, di SDN Oevetnai yang gajinya ditahan hingga 3 tahun lamanya. Ini adalah hal yang paling menyedihkan dan harus di perhatikan secara serius”, tegas Barius.

Baca Juga :  Maraknya Bisnis Ilegal di Daerah Perbatasan RI-RDTL dan Sebuah Solusi Hukum

“Melihat dari masalah ini maka kami mahasiswa asal Malaka yang bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Kupang meminta dengan tegas kepada pemda Kabupaten Malaka untuk segera menyelesaikan masalah gaji guru honorer yang di tahan begitu lama, karena kami menilai bahwa ada ketidakadilan yang sedang diperlihatkan sehingga masalah ini dibiarkan berlarut-larut”, ungkap Anton Bisik.

Tulisan ini berasal dari redaksi