Beranda Hukum & Kriminal Jasa Raharja Santuni Pegawai Transmart Kupang

Jasa Raharja Santuni Pegawai Transmart Kupang

12
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Irwan Bing Chrisianto adalah anak bungsu dari 4 (empat) bersaudara pasangan Hery Chrisianto dan Elisabeth Kudji, berdomisili di RT 033/RW 13, Kel. Sikumana, Kec. Maulafa Kota Kupang.

Irwan telah bekerja di Transmart Kota Kupang sejak bulan Desember Tahun 2017. Saat bekerja di Transmart almarhum ditempatkan di Bagian Bazar .

Almarhum menamatkan Pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Walikota Kupang Tahun 2016. Hal Unik yang menjadi ciri khas almarhum adalah Suka Menolong dan ringan tangan kepada siapapun.

Kunjungan pada tanggal 1 November 2019 di Rumah duka Oleh Laurensius Ade Suyanto (Mobile Service Jasa Raharja NTT)

Dikisahkan oleh Ayah Kandungnya, Almarhum pernah ditawarkan agar melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi tetapi almarhum menolak dengan alasan ingin mencari kerja untuk membahagiakan Kedua orangtua dan keluarganyanya.

*Almarhum Pamit Pergi Ke Ketapang Satu sebelum Meninggal*

Pukul 18.00 Wita Almarhum berangkat dari Rumah dan pamit kepada bapak kandungnya, “Bapa beta pergi sebentar ke Ketapang Satu”, Ungkap Hery, Ayah Kandungnya.

Kurang Lebih Pukul 21.00 Wita Keluarganya dikejutkan dengan Postingan di Face Book dari salah satu akun yang mengupload SPM Korban terlibat kecelakaan di Jalan Ainiba, Kel. Pasir Panjang, Kec. Kelapa Lima Kota Kupang, Victor Lede Rekan Kerja Almarhum di Transmart usai memperoleh informasi kecelakaan di Sosial Media langsung menelepon Eko, Kakak Kandung Almarhum.
Keluarga lalu bergegas ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Korban.
Korban di Rawat Intensif di UGD RS SK Lerik selama 7 Jam.

Pukul 04.00 Wita almarhum dinyatakan Meninggal dunia dengan diagnosa Cedera Kepala Berat. Berdasarkan Laporan Polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota, SPM Korban ditabrak dari belakang Oleh Pengendara SPM Karisma yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan hendak memotong jalan ke arah belakang Dealer Toyota. Almarhum Meninggal Akibat benturan keras pada bagian Kepala.

*50 Jt Dana Santunan diterima Ahli Waris*

Ny. Elisabeth Kudji Selaku orangtua mendapatkan Menerima Santunan sebesar Rp.50 Juta, Besaran santunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 sebagai berikut :
1. Santunan Meninggal Dunia Sebesar Rp. 50.000.000,-
2. Cacat Tetap (berdasarkan prosentase tertentu) Maximal Rp.50.000.000,-
3. Biaya Perawatan Luka – Luka (Maksimal) Rp.20.000.000,-.
Disamping itu juga terdapat manfaat tambaham baru yakni Penggantian Biaya P3K (maksimal) sebesar Rp.1.000.000,- dan Penggantian Biaya Ambulans (maksimal) Rp.500.000,-.
Bagi korban Meninggal Dunia yang tidak memiliki ahli waris sesuai ketentuan Undang – Undang diberikan Biaya Penguburan sebesar Rp.4.000.000,-.
Dana santunan meninggal dunia ditransfer ke Rekening Ahli Waris an. Elisabeth Kudji. Rekening Ahli Waris telah disediakan oleh Pihak Jasa Raharja sehubungan dengan adanya kerja sama antara PT Jasa Raharja (Persero) dan BRI.

*Jasa Raharja adalah BUMN pengemban Amanah Undang – Undang*

Jasa Raharja Sebagai BUMN yang diamanahkan oleh Undang – Undang untuk memberikan santunan kepada Masyarakat korban Kecelakaan Sesuai Ketentuan UU No.33 dan 34 Tahun 1964.
Ketentuan Teknis tentang besar Santunan diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 dan Nomor 16/PMK.010/2017.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT, Pahlevi Barnawi Syarif saat dihubungi Via Telepon menyampaikan Ucapan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas Musibah yang dialami Keluarga.

“Dana santunan yang diterima oleh korban yang mengalami kecelakaan bersumber dari pembayaran SWDKLLJ yang dibayarkan oleh masyarakat saat melakukan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Samsat. Sehingga kami juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pembayaran SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) di Samsat sebelum Jatuh tempo” Ungkap pahlevi.


Reporter: Robert


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here