Ans Taolin : Saya Penyambung Lidah Rakyat, Saya Tidak Main-main Pimpinan

FlobamoraNews

MALAKA, Flobamora-news.com –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malaka, Fraksi partai Gerindra Fransiskus X. Taolin membantah APBD yang hendak digunakan untuk pengadaan belasan mobil untuk tokoh Agama, walaupun sesuai dengan pembahasan tiap-tiap komisi, (ADPRD) sudah menyetujui untuk pengadaan mobil untuk sebagian tokoh agama, namun Ans Taolin tetap bersikeras untuk menolak.

Hal ini dilontarkan Anggota DPRD ini saat sidang paripurna berlangsung di ruang sidang kantor DPRD Malaka, Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur Jumat, (22/11/2019)

Sidang Paripurna yang dihadiri oleh Wakil Ketua II dan hampir semua Anggota DPRD serta Setda Malaka dan beberapa Kadis ini, dipimpin oleh Wakil ketua I DRPD Malaka Devi Hermin Ndolu yang hari sebelumnya melarang wartawan untuk liput Sidang badan anggaran ini.

Baca Juga :  Ini 8 Poin Kesalahan yang ada pada SK Revisi 204 Tenaga Kontrak Guru

Menurut Ans Taolin (sapaan akrabnya), ia tidak setuju adanya pengadaan mobil bagi tokoh agama tetapi tidak melihat pada kepentingan masyarakat.

“Saya tidak main-main pimpinan sidang yang terhormat, saya merupakan wakil rakyat, lebih bagusnya kita gunakan untuk kepentingan lain yang  berpihak pada masyarakat, oleh karena itu saya tidak setuju,” tegas Ans Taolin.

Situasi sidangpun semakin memanas ketika anggota DPRD dari berbagai fraksi Parpol menanggapi pernyataan dari anggota DPRD yang satu ini.

Usai bantahan keras dari Ans Taolin, nampaknya Ketua Fraksi partai Gerindra Beny Candra Dinata memperkuat argumentasi dari anggota Fraksinya itu.

Baca Juga :  Penampilan Sederhana Kedua Orang Tua Ikuti Pelantikan Angelo di Senayan

“Pimpinan yang terhormat, pada prinsipnya saya belum sepakat dan menolak pembelian mobil itu karena pertimbangan keuangan daerah kita saat ini. Kalaupun tahun depan keuangan daerah kita memungkinkan, jangankan kepada dia kepada bawahan seperti guru agamapun bisa diberikan motor”,  tegas Beny.

Pimpinan sidang Devi Ndolu pun meminta awak media untuk hadir dan diperbolehkan untuk meliput. Ia memberikan kesempatan kepada Setda Malaka untuk menjelaskan secara terperinci soal rencana pembelian mobil untuk tokoh agama itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi