Beranda Hukum & Kriminal Diduga Ada Sabotase, Kepala Desa Op Tidak Hadiri Undangan Klarifikasi

Diduga Ada Sabotase, Kepala Desa Op Tidak Hadiri Undangan Klarifikasi

599
0

SOE, Flobamora-news.com – Komisi I DPRD TTS, telah melayangkan undangan klarifikasi kepada kepala desa Op dan masyarakat penerima dana BLT. Namun dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Op Yakobus Nenabu tidak hadir diduga ada yang sabotase, sedangkan masyrakat hadir dalam pertemuan tersebut. Rapat berlangsung di ruang Banggar DPRD TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Senin (27/07/2020).

Rapat klarifikasi di pimpin oleh ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan, di dampingi wakil ketua Hendrik Babis, sekertaris komisi I Lusianus Tusalak, dihadiri oleh anggota komisi I, Thomas Lopo, Ratna Tali Dodo, Yudi Selan. turut hadir juga sekertaris PMD TTS, berserta warga desa Op, antara lain, Aleksander Liufeto, Dominggus Leku, Gidion Tefa, dan semri Tualaka. Rapat berlangsung di ruang Banggar DPRD TTS. Rapat klarifikasi ditunda minggu depan karena salah satu pihak yaitu kepala desa Op tidak hadir.

Menurut Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan kepada media ini bahwa, undangan klarifikasi sudah kami layangkan pada tanggal (23/7) melalui Tatapem, namun ketika tadi kami menghubungi Camat Nunkolo dan Kepala Desa Op, mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mendapat undangan klarifikasi dari komisi I DPRD TTS. Sedangkan menurut Kepala.Bagia (Kabag) Tatapem ketika dihubungi mengatakan bahwa, undangannya sudah di sampaikan kepada Kepala Desa Op dan Camat Nunkolo melalui pesan WhatsApp, namun saya tidak tahu persis apakah mereka hadir atau tidak. Lanjut Uksam, dugaan kami dari komisi I DPRD TTS bahwa, kemungkinan ada yang sabotase dalam penyampaian undangan, dan mudah-mudahan hal ini murni kelalaian karena kepala desa Op tidak sempat membaca pesan whatsApp atau pesannya tidak masuk karena data tidak ada.

“Tujuan komisi I mengundang Kepala Desa bersama masyarakat penerima dana BLT di Desa Op agar bisa meluruskan laporan dari dua kubu, yaitu kubu yang pertama di pimpin oleh Kepala Desa yang memberi pernyataan bahwa, tidak ada pungutan 50 ribu rupiah kepada 127 orang penerima dana BLT, sementara kubu yang satu datang melapor bahwa diduga Kepala Desa melakukan pungli terhadap 127 warga penerima dana BLT”,  jelas Uksam

” Kami komisi I ingin meluruskan dua persepsi yang berbeda ini, namun sayang sekali kadesnya tidak hadir. saat. Kami akan layangkan undangan kedua, dan jika undangannya tidak di indahkan, maka kami akan minta bantuan POL PP untuk menghadirkan kades Op”, ujar Uksam.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I Hendrik Babis mengatakan, kami sangat menyayangkan sekali kalau masyarakat desa Op menghadiri undangan, sedangkan kepala desanya tidak mengindahkan undangan.

“Sebenarnya ada undangan tetapi  kadesnya tidak mau hadir. semoga kades tidak hadir karena memang belum terima undangan, tapi kalau sudah dapat undangan dan beliau tidak mau hadir. Saya sangat menyayangkan sekali sikap seperti itu. Semoga undangan kedua ini kadesnya bisa hadir agar masalah ini bisa cepat diselesaikan”, jjelas Hendrik

Setelah Rapat klarifikasi di tunda, salah satu warga desa Op, Aleksander Liufeto kepada media ini bahwa, pada tanggal (26/6) Kepala desa Op Yakobus Nenabu, telah memungut uang sebesar 50 ribuh kepada 127 KK penerima BLT.

“Uang yang dikumpulkan oleh kepala desa Op dipergunakan untuk persiapan penyambutan bupati Timor Tengah Selatan, Egusen P.Tahun pada acara pembagian dana BLT di desa Op. Namun saat pembagian dana BLT, ternyata bupati TTS tidak hadir, namun uang yang dipungut oleh kepala desa, tidak dikembalikan kepada kami. Hal ini yang membuat kami, sebagian warga desa Op melaporkan ke komisi I DPRD TTS agar meluruskan persoal ini”, pungkas Aleksander.

 


Reporter: Jor.T


Komentar