Beranda Hukum & Kriminal Diduga Kades di Belu ini Intimidasi Warganya yang Ikut Deklarasi Paket Sehati

Diduga Kades di Belu ini Intimidasi Warganya yang Ikut Deklarasi Paket Sehati

2842
0

Belu, Flobamora-news.com – Diduga salah seorang Kepala Desa di Belu mengintimidasi sembilan orang warganya yang mengikuti Deklarasi Paket Sehati yang digelar di Gedung Graha Kirani pada, Sabtu (5/9/2020).

Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media dari warga, kejadian bermula saat sembilan orang warga Lewalutolus berangkat dari rumah masing-masing menuju Rumah Perubahan yang berada di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu menggunakan mobil pick up.

Sesuai jadwal, pada hari yang sama akan digelar Deklarasi Paket Sehati di Gedung Graha Kirani-Atambua. Karena sudah berada di Rumah Perubahan-Halilulik, maka kesembilan warga itu pun bersepakat untuk mengikuti acara deklarasi.

Saat mengikuti acara Deklarasi Paket Sehati di Gedung Graha Kirani, tiba-tiba salah seorang warga, Arnoldus Siku mendapat telepon dari Kepala Desa Lawalutolus yaitu Maria Gaudensia Ut. Saat itu, Maria menanyakan ada berapa warganya yang mengikuti deklarasi Paket Sehati. Arnold pun menjawab bahwa mereka berjumlah sbilan orang yang berasal dari Desa Lewalutolus.

Sontak, Kades Maria pun mulai mencerca para warganya yang datang mengikuti acara tersebut. “Kalau kalian rakus nasi, maka datang ke saya supaya saya membagi nasi kepada kalian. Kalau kalian rakus daging, maka saya juga yang akan bagi daging. Dan kalau kalian ingin naik mobil, saya akan berikan mobil”.

Tak hanya sampai di situ saja, kades pun melalui telepon selulernya, meminta kepada warga untuk mencatat nama-nama mereka lalu diserahkan kepadanya.

Tak puas dengan apa yang dilakukan pembina politik di desa Lewalutolus itu, para warga pun akhirnya bersepakat untuk mengadu ke DPRD Belu. Pada, Kamis (10/9/2020) para warga pun mendatangi DPRD Belu. Kedatangan mereka disambut baik oleh Komisi I DPRD Belu.

Usai mendengar keluhan dari masyarakat, Setwan Belu pun akhirnya menjadwalkan ulang pertemuan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para warga, Kades, Camat, dan Bawaslu pada, Jumat (11/9/2020).

Saat RDP digelar di ruang komisi I siang tadi, beberapa anggota DPRD Belu turut mengikuti RDP tersebut. Mereka antara lain Benedictus Manek, Theodorus Frederikus Seran Tefa, Marthen Marthins Naibuti, Eduard Mauboy, Regina Mau Loe, Manuel Do Carmo Da Silva, Antonius Kurniawan Kadarisman Jumadi Manek, Theodorus Manehitu Djuang dan Aprianus Hale.

Dalam RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Belu Benedictus Manek ini, Kepala Desa Lawalutolus Maria Gaudensia Ut tak banyak bicara. Dirinya mengaku bahwa sebagai oemimpin wilayah, dirinya merasa takut warganya terkena covid-19 sehingga masyarakat yang mau keluar dari desa perlu diketahui olehnya sebelum keluar dari desa Lawalutolus.

Akan tetapi, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, usai menegur para warganya yang mengikuti deklarasi paket Sehati, keesokan harinya, Kades Maria Gaudensia Ut membawa puluhan warganya untuk mengikuti pendaftaran bakal calon pasangan dari Paket Sahabat.

Beberapa anggota DPRD Belu pun mengingatkan Kepala Desa Lawalutolus ini untuk bisa bertindak sebagai orang tua dan pembina politik di wilayah tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Belu, Beni Manek pada akhir RDP itumeminta kepada Gaudensia agar harus tetap mengambil perannya sebagai seorang oembina politik di desanya. Atas semua kesalahan yang telah dilakukannya, Beni Manek memohon kepada masyarakat agar menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Maria Gaudensia Ut yang ditemui usai pertemuan tersebut mengakui kesalahan yang telah dibuatnya. Karena itu, dirinya menerima saran dari para anggota Dewan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dalam waktu dekat ini.

“Saya terima apa yang sudah diputuskan anggota dewan. Saya bersama camat akan berusaha dalam satu dua hari ini untuk segera menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujarnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar