Diduga Lakukan Penipuan Managemen Lama PT Hotel Sasando dan Pengurus Koperasi di Polisikan

FlobamoraNews

KUPANG, Flobamora-news.com – Pimpinan managemen lama PT Hotel Sasando Internasional, Moh Hatta Alwi dilaporkan oleh sejumlah mantan karyawannya ke kepolisian, Resort Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (16/10/2019), dua hari yang lalu.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Resort Kupang Kota bernomor 1046 / STTLP / X / SPKT yang diperoleh media ini, Yohanes Tenggas (40), kordinator karyawan PT Hotel Sansando Internasional, melaporkan Moh Hatta Alwi pimpinan menagemen lama PT Hotel Sasando Internasional karena Diduga melakukan serangkaian penipuan terhadap para karyawannya yang terjadi pada bulan februari 2018.

Baca Juga :  Fredy Seran: Saya Kecam Keras Perbuatan Yang Sangat Tidak Manusiawi Ini

Kuasa Hukum pelapor, Fredom Radja mengatakan karyawan melaporkan managemen lama PT Sasando karena merasa hak-hak mereka tidak dipenuhi.

“Hak-hak karyawan tidak dipenuhi antara lain hak jaminan hari tua, hak BPJS, hari kerja, semua itu dipotong dari upah untuk pembayaran iuran ke BPJS. Ternyata ketika karyawan sakit dan mau klaim BPJS tidak bisa karena tidak dibayar oleh managemen lama ini ke BPJS,” kata Fredom

Fredom menambahkan, selain membuat laporan polisi, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengadu kasus ini ke pihak Nakertras provinsi NTT.

Baca Juga :  Bawa 15 Kubik Kayu Tanpa Dokumen Resmi, Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Amankan 2 Truk

“Inikan menyangkut undang-undang ketenagakerjaan, jadi dalam waktu dekat ķita akan tindaklanjuti ke dinas Nakertrans,” ujar Fredom.

Sementara itu Karyawan atas nama Loisa Anthoneta Laka juga akan melaporkan pengurus koperasi PT Sasando, karena dana koperasi telah nihil.

“Masa tiba-tiba uang koperasi itu dikatakan sudah nihil, padahal kami selalu memberi iuran, dan kami tidak tahu uang kami itu kemana tiba-tiba laporan yang kami terima itu nihil,” kata Loisa

“padahal uang itu sudah mencapai ratusan juta pa,” tambah Yohanes Tenggas, yang turut bersama-sama Fredom Radja selaku kuasa hukum saat memberi keterangan pers.

Tulisan ini berasal dari redaksi