Beranda Hukum & Kriminal Diduga Setubuhi Anak Cacat Mental di Dekat Gua Maria, Anggota Satpol PP...

Diduga Setubuhi Anak Cacat Mental di Dekat Gua Maria, Anggota Satpol PP di Belu Dipolisikan

876
0

Belu, Flobamora-news.com – Diduga menyetujui salah seorang anak cacat mental di salah satu Gua Suci Maria pada, Minggu (8/9/2019), salah seorang anggota Satpol PP di Belu dilaporkan ke Polres Belu.

Sebut saja Madu (14) namanya. Sejak berumur dua tahun, dirinya terpaksa dititipkan ke Neneknya lantaran sang ayah dan ibu pergi mengadu nasib di Negeri Jiran-Malaysia.

Sore itu, kira-kira pukul 15.00 Wita, Madu hendak berangkat ke desa tetangga untuk mengambil beberapa potong pakaiannya. Madu pun menunggu jasa layanan ojek untuk berangkat desa tetangga.

Melihat Madu sedang menunggu jasa layanan ojek, Pelaku alias APB pun berpura-pura menjadi ojek. APB yang merupakan Anggota Satpol PP di Belu ini pun menawarkan jasanya untuk menghantar Madu dengan motor miliknya. Madu pun tak menolak.

Baru di tengah jalan, tepatnya di dekat Sebuah Gua Suci Maria, tempat umat Katolik berdoa, tiba-tiba memarkir motornya dan mulai melakukan aksi bejatnya. Usai melakukan aksi bejatnya, APB pergi meninggalkan korban yang merupakan anak putus sekolah itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Melihat APB yang telah pergi meninggalkannya, Madu pun perlahan berjalan kaki menuju kembali ke rumah neneknya.

Ketika sudah hampir sampai di ujung kampung, ternyata pelaku dua orang anak ini sudah menunggu Madu dan memaksanya untuk menumpang kembali di motornya.

Pelaku yang sudah dihantui rasa takut pun melarang korban agar tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.

Madu tiba kembali di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah orang tuanya sekitar pukul 16.00 Wita. Sang nenek kaget karena tak ada raut keceriaan pada wajah Madu, padahal Madu baru saja pulang mengambil pakaiannya. Madu malah datang dengan tangisan. Baju dan roknya kusut. Rambutnya bertaburan rumput kering.

Melihat kejanggalan itu, Sang nenek mulai menanyakan terkait kejadian apa yang menimpa cucu kesayangannya itu. Berkali-kali sang nenek bertanya, Madu tak menjawabnya. Hanya isak tangisnya yang mampu menjelaskan bahwa dirinya sedang dilanda masalah.

Nenek terpaksa memanggil kedua orang tua Madu untuk datang melihat kondisinya. Orang Tua Madu pun menanyakan , masalah apa yang sedang menimpa anaknya itu. Namun, Madu tetap bungkam. Melihat itu, Sang ayah terpaksa harus mendesak Madu untuk menjawab. Desakan itu pun berhasil. Madu pun menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya itu.

Berdasarkan pengakuan korban serta bukti pakaian dan hasil Visum, akhirnya madu bersama orang tuanya pergi mengadu ke Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) di Atambua, Rabu (11/9/2019). Mereka pun bersama FPPA langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA, Reskrim Polres Belu.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian pun langsung mengadakan penyelidikan dan mengambil keterangan dari beberapa saksi. Karena bukti yang belum mencukupi, pihak Polres Belu pun masih berupaya untuk mencari tambahan beberapa saksi sebelum memanggil pelaku untim dimintai keterangan.

Kapolres Belu, Cristian Tobing melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AIPTU Agus Haryono menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pihaknya juga masih terus mengumpulkan tambahan barang bukti dan mencari keterangan tambahan dari saksi sebelum memanggil si pelaku.

“Kami saat ini sudah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Sampai saat ini kami sedang mencari tambahan bukti dan juga mengambil keterangan saksi-saksi sebelum memanggil Pelaku,” ujar AIPTU Agus ketika dihubungi media ini via telepon seluler pada, Selasa (24/9/2019).

Sang nenek berharap agar pihak kepolisian cepat mengungkap kasus ini dan cepat menangkap sang pelaku. “Sudah dua minggu kejadian berlalu, tapi polisi belum menangkap pelaku. Saya harap agar pihak kepolisian bisa lebih cepat mengungkap pelaku,” harap sang nenek.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar