Diduga Setubuhi Anak Cacat Mental di Dekat Gua Maria, Anggota Satpol PP di Belu Dipolisikan

FlobamoraNews

Belu, Flobamora-news.com – Diduga menyetujui salah seorang anak cacat mental di salah satu Gua Suci Maria pada, Minggu (8/9/2019), salah seorang anggota Satpol PP di Belu dilaporkan ke Polres Belu.

Sebut saja Madu (14) namanya. Sejak berumur dua tahun, dirinya terpaksa dititipkan ke Neneknya lantaran sang ayah dan ibu pergi mengadu nasib di Negeri Jiran-Malaysia.

Sore itu, kira-kira pukul 15.00 Wita, Madu hendak berangkat ke desa tetangga untuk mengambil beberapa potong pakaiannya. Madu pun menunggu jasa layanan ojek untuk berangkat desa tetangga.

Baca Juga :  Diduga Korupsi GAJ Desak KPK Tangkap Paga Magdalena

Melihat Madu sedang menunggu jasa layanan ojek, Pelaku alias APB pun berpura-pura menjadi ojek. APB yang merupakan Anggota Satpol PP di Belu ini pun menawarkan jasanya untuk menghantar Madu dengan motor miliknya. Madu pun tak menolak.

Baru di tengah jalan, tepatnya di dekat Sebuah Gua Suci Maria, tempat umat Katolik berdoa, tiba-tiba memarkir motornya dan mulai melakukan aksi bejatnya. Usai melakukan aksi bejatnya, APB pergi meninggalkan korban yang merupakan anak putus sekolah itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Brimobda NTT Gelar Sidang BP4R

Melihat APB yang telah pergi meninggalkannya, Madu pun perlahan berjalan kaki menuju kembali ke rumah neneknya.

Ketika sudah hampir sampai di ujung kampung, ternyata pelaku dua orang anak ini sudah menunggu Madu dan memaksanya untuk menumpang kembali di motornya.

Pelaku yang sudah dihantui rasa takut pun melarang korban agar tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.

Madu tiba kembali di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah orang tuanya sekitar pukul 16.00 Wita. Sang nenek kaget karena tak ada raut keceriaan pada wajah Madu, padahal Madu baru saja pulang mengambil pakaiannya. Madu malah datang dengan tangisan. Baju dan roknya kusut. Rambutnya bertaburan rumput kering.

Tetap terhubung dengan kami:
Tulisan ini berasal dari redaksi