Beranda Hukum & Kriminal Embung di Desa Huetalan, Fisiknya Bermasalah, SPJ nya Beres.

Embung di Desa Huetalan, Fisiknya Bermasalah, SPJ nya Beres.

558
0

SOE, Flobamora-news.com – Setelah uji petik Panitia Khusus LKPJ bupati TTS 2019, di Puskesmas Fatumnutu kecamatan Polen , Pansus menerima laporan dari masyarakat terkait pekerjaan embung di Desa Huetalan Kecamatan Tobu, yang di kerjakan pada tahun 2019. Hasil pantauan anggota DPRD TTS yang terbentuk dalam Tim Pansus LKPJ bupati 2019 bahwa, pekerjaan embung ini, tidak memiliki asas manfaat, serta mutu dan kualitas embungnya sangat rendah. Usia embung ini belum mencapai satu tahun, tembok penahannya sudah ambruk. Hal ini disampiakan oleh Ketua komisi I DPRD TTS, Uksam Selan pada, Senin (29/6/2020).

Menurut Uksam Selan bahwa, berdasarkan fakta yang ada bahwa, embung yang berada di Desa Huetalan Kecamatan Tobu, tidak memiliki asas manfaat serta kualitas dan mutu embung tersebut sangat rendah. Untuk itu Komisi I DPRD TTS, akan mengundang penjabat kepala Desa Huetalan saat itu, Camat Tobu, Inspektorat, dan PMD untuk mengklarifikasi kebenaran data dari hasil pekerjaan embung tersebut.

“Kami perlu klarifijasi dari pihak terkait, karena pembangunan embung tersebut menggunakan Dana Desa 2019. Desa Huetalan memasukan SPJ 100%. Namun fakta dilapangan tidak seperti SPJ yang dimasukan, nah! ini perlu diklarifikasi agar jangan berhasil di SPJ namun gagal di fisik”, jelas Uksam.

Sementara itu Kepala Desa Huetalan yang menjabat saat itu, Welhelmus Oematan pada minggu (28/06/2020) berhasil dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon mengatakan bahwa, embung tersebut dikerjakan pada tahun 2019, sumber dananya bukan dari Dana Desa 2019, tapi dari sisa anggaran atau silpa Dana Desa 2018 sebesar Rp.704.287.599.

Dana yang dipakai untuk pekerjaan embung tersebut adalah Rp.164.438.900. Pekerjaan embungnya tidak ditenderkan tapi swakelola, sehingga yang tahu persis pekerjaan tersebut adalah ketua TPK. Sedangkan sewa alat berat seperti eksafator serta pengadaan bahan material, dilakukan oleh Melkianus Nau alias ence melek”, jelas Welhelmus.

Menjelang waktu beberapa menit, flobamora.news dapat menghubungi Melkianus Nau alias Ence Melek melalui sambungan telepon juga menjelaskan bahwa, pekerjaan embung tahun 2019, adalah swakelola dan tidak ditenderkan, sehingga semuanya dikerjakan oleh kepala desa dan perangkatnya. Kalau keterlibatan saya dalam embung itu hanya sebatas sewa alat berat seperti eksafator dan pengadaan bahan material seperti semen, pasir dan batu.

“Saat tembok penahan pada embung tersebut rubuh, saya sudah memberitahukan kepada kepala desa agar segera di perbaiki, namun sepertinya hal yang saya sampaikan tidak ditindak lanjuti, sehingga terkesan adanya pembiaran, sehingga sampai saat ini belum diperbaiki”, pungkas Melek.

 


Reporter: Jor T


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here