Ini Alasan Polres Belu PHP-in Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Kabuna

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing akhirnya menyampaikan alasan mengapa Polres Belu men-PHP-in kasus dugaan korupsi dana desa Kabuna sejak Januari 2019 silam. Dikatakan bahwa pihaknya sampai dengan saat ini masih melakukan penyelidikan dan berusaha mengumpulkan barang bukti.

“Saat ini kita sedang melakukan proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti,” ujar Kapolres, Christian Tobing, Kamis (1/8/2019).

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing

Pernyataan serupa sebenarnya sudah disampaikan Kapolres Tobing sejak bulan Februari silam. Namun, proses penyelidikan dan pengumpulan barang bukti ini berlangsung lama. Bahkan hingga saat ini, Pihak Polres Belu belum bisa memastikan apakah ada kasus korupsi di Desa Kabuna, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL yang menyeret nama Kepala Desa Kabuna, Ruben Goncalves itu.

Baca Juga :  Juni 2019 21 Kabupaten di Propinsi NTT Cairkan Dana Desa

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini (31/7/2019), “Dugaan Korupsi Dana Desa Kabuna Masih Di-PHP-in Polres Belu”.

Dalam berita tersebut dituliskan bahwa bicara soal PHP alias Pemberi Harapan Palsu dalam dunia percintaan pasti banyak yang tahu. Bahkan banyak pula yang pernah menjadi korban PHP. Selalu ada rasa deg-deg jreng dalam hati korban. Entah cintanya di terima atau ditolak masih mengambang.

Ternyata PHP ini pun terjadi dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana desa. Kali ini pelaku PHP adalah Polres Belu dan korbannya adalah Kepala Desa Kabuna, Ruben Gonzalves.

Baca Juga :  Gara - Gara 20 Juta Rupiah Ketua DPD Golkar NTT Terancam Dipolisikan

Kasus dugaan korupsi Dana Desa Kabuna, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL yang ditangani Polres Belu sejak bulan Januari silam belum ada langkah maju. Polres Belu belum bisa menetapkan tersangka. Polres Belu pun belum bisa menghentikan kasus tersebut.

Kepala Desa Kabuna yang disebut-sebut namanya dalam dugaan kasus korupsi tersebut menjadi galau. Kegalauannya makin menjadi-jadi kala masa jabatannya usai dan harus menyiapkan dirinya untuk kembali maju sebagai calon kepala desa dalam Pilkades serentak 2019 ini. Mau jadi tersangka atau bebas dari jeratan hukum pun masih mengambang.

Tulisan ini berasal dari redaksi